Berita Daerah

Tembus Pasar Internasional, Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru Padang Pariaman, Raih Kontrak Produksi USD 22.000, di Trade Expo Indonesia 2026

17-10-2026
287 kali dilihat
Share:
Image Carousel

JAKARTA — Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru, Kabupaten Padang Pariaman, kembali menorehkan langkah penting dalam menembus pasar internasional. Melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, produk kerajinan unggulan daerah tersebut berhasil meraih kesepakatan kontrak produksi senilai USD 22.000 atau sekitar Rp400 juta dengan PT Miumosa Artha Mandiri.

Kesepakatan tersebut terjalin melalui kegiatan business matching antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Padang Pariaman dan PT Miumosa Artha Mandiri di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026). Nilai rupiah merupakan perkiraan berdasarkan kurs yang berlaku dan dapat berubah mengikuti nilai tukar saat transaksi.

Capaian ini menjadi momentum penting bagi pengembangan Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai ekonomi produk kerajinan, sekaligus membuka peluang keberlanjutan usaha bagi para perajin lokal.

PT Miumosa Artha Mandiri merupakan perusahaan berbasis desain yang bergerak di industri fashion-tech dan gaya hidup dengan mengusung kekayaan intelektual atau intellectual property (IP). Perusahaan ini memadukan warisan tekstil Indonesia atau wastra dengan teknologi dan inovasi modern untuk menghasilkan produk fesyen kontemporer premium, mulai dari sepatu, tas, hingga berbagai aksesori. Miumosa juga memiliki jangkauan pasar di Eropa melalui hub di Amsterdam serta pasar Asia, termasuk Jepang.

Dalam kerja sama tersebut, Sulaman Kapalo Samek akan dikembangkan menjadi bagian dari produk fesyen dengan merek Miumosa. Kesepakatan ini sekaligus membuka ruang bagi kerajinan tradisional Padang Pariaman untuk hadir dalam kreasi fesyen modern yang memiliki nilai tambah dan potensi pasar lebih luas.

Dari Prestasi Nasional hingga Peluang Pasar Global

Keikutsertaan Sulaman Kapalo Samek dalam TEI 2026 merupakan kelanjutan dari perjalanan prestasi yang diraih dalam beberapa waktu terakhir. Setelah meraih Juara I pada KriyaNusa 2026 di Jakarta dan tampil dalam Indonesia Creative Week Belgium 2026 di Antwerp, Belgia, Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru mendapat kesempatan mewakili produk unggulan Dekranas RI dalam ajang perdagangan internasional tersebut.

Melalui TEI 2026, Dewan Kerajinan Nasional memberikan ruang bagi produk kerajinan daerah untuk bertemu langsung dengan calon mitra bisnis dan pembeli potensial. Ajang ini menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jejaring usaha, menjajaki kerja sama komersial, dan memperkenalkan keunikan produk Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, yang membawa langsung produk Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru dalam kegiatan tersebut, menyambut baik terjalinnya kesepakatan produksi dengan PT Miumosa Artha Mandiri.

“Alhamdulillah, kita bertemu dengan peluang pasar baru bagi Sulaman Kapalo Samek. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para perajin kita di Padang Pariaman untuk menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi kemajuan Kampung Sulam Kapalo Samek,” ujar Nita Christanti Azis.

Menurutnya, perluasan pasar menjadi salah satu langkah penting agar kerajinan tradisional Padang Pariaman tidak hanya dikenal karena keindahan dan keunikannya, tetapi juga mampu berkembang sebagai produk bernilai ekonomi tinggi yang memiliki daya saing di pasar global.

Mengangkat Warisan Budaya Perempuan Pasia Baru

Kesepakatan kontrak produksi senilai USD 22.000 tersebut ditandatangani melalui kesepakatan bisnis antara Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman dan Direktur Utama sekaligus pendiri PT Miumosa Artha Mandiri, Anindya Sukarni.

Dalam kegiatan business matching itu, Nita Christanti Azis didampingi Ketua Koperasi Wanita Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru, Sispa Marlina, serta pengurus Dekranasda Padang Pariaman, Muhammad Fadhly.

Direktur Utama PT Miumosa Artha Mandiri, Anindya Sukarni, menjelaskan bahwa perusahaannya memberikan perhatian besar terhadap cerita, nilai budaya, dan proses di balik sebuah produk. Bagi Miumosa, produk fesyen tidak hanya dinilai dari fungsi dan tampilannya, tetapi juga dari kekayaan intelektual, identitas budaya, serta narasi yang melekat pada produk tersebut.

“Perusahaan kami memosisikan diri sebagai Design-Led Cultural IP Company. Miumosa tidak sekadar menjual barang fungsional, melainkan juga mengangkat kekayaan intelektual, warisan budaya, dan identitas Nusantara yang dituangkan ke dalam produk mode premium,” jelas Anindya.

Ia mengungkapkan ketertarikannya terhadap Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru karena memiliki keindahan visual sekaligus cerita budaya yang kuat. Kerajinan tersebut dikerjakan oleh para perempuan di sebuah kampung di Padang Pariaman dan diwariskan secara turun-temurun.

“Sulaman Kapalo Samek ini indah sekali dan memiliki story behind the product yang kuat. Ada nilai tradisi, ketekunan, dan keterampilan perempuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai inilah yang membuat produk tersebut menarik untuk dikembangkan menjadi bagian dari produk fesyen premium,” tambahnya.

Ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan kerajinan tradisional tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada identitas, proses penciptaan, dan kisah masyarakat yang mempertahankan warisan budaya tersebut.

Bupati JKA: Momentum Baru Sulaman Kapalo Samek untuk Go International

Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, kesepakatan ini merupakan fase baru bagi pengembangan Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru untuk melangkah lebih jauh dan memperkuat posisinya di pasar internasional.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah, khususnya sektor kerajinan yang memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus memberikan dukungan bagi perkembangan UKM, khususnya Sulaman Kapalo Samek Pasia Baru. Kampung Sulam Kapalo Samek juga akan segera kita wujudkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kerajinan dan pemberdayaan perajin. Kita juga telah mendapatkan dukungan dari sektor perbankan, seperti Bank Nagari,” ungkap Bupati John Kenedy Azis.

Menurutnya, keberhasilan menjalin kontrak produksi dengan mitra usaha merupakan peluang yang harus ditindaklanjuti secara serius, mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas perajin, kesinambungan produksi, hingga perluasan jaringan pemasaran.

Pemerintah daerah berharap kerja sama ini tidak berhenti pada satu kesepakatan bisnis, tetapi berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi para perajin, koperasi, dan masyarakat Pasia Baru.

Berlanjut ke Tahap Pengembangan dan Produksi

Setelah kesepakatan bisnis tercapai, kerja sama tersebut akan dilanjutkan melalui sejumlah tahapan, meliputi penyelesaian aspek legal dan komersial, pengembangan konsep kreatif dan desain, pengelolaan rantai pasok serta produksi, integrasi teknologi dan kekayaan intelektual digital, hingga strategi distribusi dan pemasaran melalui pendekatan go-to-market dan ritel.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan Sulaman Kapalo Samek dapat memenuhi kebutuhan pengembangan produk fesyen sekaligus menjaga kualitas dan karakter khas sulaman tradisional Pasia Baru.

Kesepakatan senilai USD 22.000 ini menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal memiliki peluang untuk berkembang dalam industri kreatif modern apabila didukung inovasi, kemitraan bisnis, dan strategi pemasaran yang tepat.

Dari tangan para perajin perempuan di Pasia Baru, Sulaman Kapalo Samek kini membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Bukan sekadar membawa keindahan sulaman tradisional, tetapi juga memperkenalkan identitas budaya Padang Pariaman sekaligus menghadirkan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Padang Pariaman terus melangkah. Dari kampung sulam menuju pasar dunia, Sulaman Kapalo Samek membawa warisan budaya lokal untuk bersaing di panggung internasional.(kominfo)