PARIT MALINTANG — Kemeriahan Padang Pariaman Mauluik Gadang resmi dimulai. Lantunan genderang rebana berpadu dengan syair-syair kasidah bernuansa Islami menggema di halaman Masjid Raya Ali Mukhni, IKK Parit Malintang, Minggu (23/8/2026), menghadirkan suasana religius sekaligus semarak dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.
Rangkaian awal Padang Pariaman Mauluik Gadang diawali dengan dua kegiatan bernuansa keagamaan dan seni budaya, yakni Lomba Kasidah Rebana dan Lomba Bintang Kasidah tingkat Kabupaten Padang Pariaman. Kedua lomba tersebut diikuti utusan dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, membuka secara resmi kedua perlombaan tersebut. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kasidah bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari warisan seni budaya dan media dakwah yang memiliki nilai moral serta keagamaan.
“Kasidah rebana merupakan salah satu warisan seni budaya tradisional yang harus kita lestarikan. Kasidah menampilkan lagu-lagu bernuansa Islami sekaligus menyampaikan pesan moral kepada masyarakat melalui lagu,” ujar Bupati.
Menurutnya, pelaksanaan lomba kasidah rebana dan bintang kasidah juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antar-kecamatan sekaligus menggali dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni keagamaan.
“Ini bukan hanya sekadar program atau perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan wadah untuk menggali potensi masyarakat di bidang agama,” tegasnya.
Bupati menyebutkan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mewujudkan daerah yang religius. Karena itu, ia berharap seluruh kecamatan dapat mengambil bagian secara aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan pemerintah daerah.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program visi dan misi saya sebagai Bupati Padang Pariaman untuk mewujudkan Padang Pariaman yang religius. Karena itu, seluruh kecamatan harus berpartisipasi dalam menyukseskan program-program tersebut,” katanya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada kecamatan yang telah berpartisipasi dalam Lomba Kasidah Rebana dan Bintang Kasidah tahun ini. Ia berharap partisipasi tersebut semakin meningkat pada pelaksanaan tahun berikutnya.
“Saya berharap tahun depan seluruh kecamatan dapat mengutus perwakilannya dalam berbagai ajang perlombaan di bidang keagamaan, termasuk Bintang Kasidah dan Kasidah Rebana seperti yang kita laksanakan hari ini,” harapnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, Lomba Kasidah Rebana diikuti 13 dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman. Sementara itu, Lomba Bintang Kasidah diikuti oleh 14 kecamatan untuk kategori putra dan 15 kecamatan untuk kategori putri.
Semarak lomba tersebut menjadi pembuka rangkaian Padang Pariaman Mauluik Gadang, yang tidak hanya menghadirkan syiar keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Islami.
Dengan bergemanya rebana dan lantunan kasidah di IKK Parit Malintang, semangat Mauluik Gadang pun mulai terasa. Sebuah ikhtiar bersama untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat nilai agama, budaya, persaudaraan, dan karakter masyarakat Padang Pariaman. (Kominfo)