Berita Daerah

Mauluik Gadang Padang Pariaman Libatkan 140 Ulama dari 17 Kecamatan, Semangat Swadaya Masyarakat Terus Menguat

21-08-2026
102 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus mendorong pelestarian tradisi keagamaan dan adat Minangkabau melalui pelaksanaan Mauluik Gadang yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini akan menghadirkan sekitar 140 orang ulama dan tuangku dari 17 kecamatan se-Kabupaten Padang Pariaman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Hendra Aswara, menyampaikan bahwa Mauluik Gadang bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kebersamaan, serta nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Padang Pariaman.

Menurutnya, seluruh persiapan terus dimatangkan bersama panitia, tokoh masyarakat, alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik.

"Mauluik Gadang ini merupakan tradisi yang memiliki nilai keagamaan, sosial dan budaya yang sangat kuat. Kehadiran sekitar 140 ulama dan tuangku dari 17 kecamatan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat," ujar Hendra.

Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp230 juta dihimpun melalui partisipasi dan swadaya masyarakat, tanpa mengandalkan pembiayaan pemerintah daerah.

Hendra mengatakan, semangat gotong royong tersebut menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih memiliki tempat yang kuat di tengah masyarakat Padang Pariaman. Salah satu sumber dukungan berasal dari tradisi bunga lado, yakni sumbangan masyarakat dalam bentuk pohon hias yang dihiasi uang tunai sebagai simbol rasa syukur dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan.

Selain itu, dukungan juga berasal dari infak jemaah, para tokoh masyarakat, dermawan, serta para perantau Minang yang turut berkontribusi untuk menyukseskan kegiatan di kampung halaman.

"Ini adalah bentuk nyata semangat barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang. Masyarakat bersama-sama memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ada yang memberikan infak, bunga lado, bantuan logistik, tenaga, dan ada pula dunsanak di rantau yang ikut berpartisipasi," katanya.

Menurut Hendra, kekuatan utama dari kegiatan seperti Mauluik Gadang bukan hanya pada besarnya dukungan yang terkumpul, tetapi pada nilai kebersamaan dan keikhlasan masyarakat dalam menjaga tradisi.

Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan dukungan dan sumbangan masyarakat secara transparan serta akuntabel. Setiap amanah yang diberikan oleh masyarakat harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.

"Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Karena itu, seluruh dukungan yang diberikan harus dikelola secara transparan, tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai semangat kebersamaan yang sudah dibangun dengan baik ini ternoda oleh pengelolaan yang tidak baik," tegasnya.

Lebih lanjut, Hendra berharap Mauluik Gadang dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara ranah dan rantau. Para perantau diharapkan terus menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan sosial, keagamaan dan pembangunan di kampung halaman.

"Yang paling penting adalah bagaimana tradisi ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus terus kita jaga sebagai bagian dari identitas masyarakat Padang Pariaman," tuturnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Mauluik Gadang sebagai momentum meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, memperkuat persaudaraan, serta menjaga nilai-nilai luhur adat dan agama.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan seluruh unsur masyarakat, Mauluik Gadang diharapkan berlangsung khidmat, meriah, dan memberikan manfaat bagi penguatan kehidupan keagamaan sekaligus pelestarian budaya masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. (Kominfo)