Berita Daerah

BPJS Kesehatan Apresiasi Gerakan Perantau Padang Pariaman Bantu Iuran 2.200 Warga

22-08-2026
68 kali dilihat
Share:
Image Carousel

‎PADANG PARIAMAN – Semangat gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Padang Pariaman kembali mendapat pengakuan. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menerima kunjungan Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, ST., MT., dalam rangka memberikan apresiasi terhadap inovasi sumber pendanaan filantropi melalui perantau yang mendukung pembiayaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat kurang mampu.

‎Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Batu Basa, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Sabtu (22/8), dihadiri Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Setiaji beserta jajaran, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, kepala perangkat daerah, BPJS Padang Pariaman dan Padang, unsur Forkopimca, Camat, Wali Nagari, serta para donatur dan tokoh perantau.

‎Bupati JKA menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang selama ini terus mendampingi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam upaya memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional. Ia mengakui bahwa Padang Pariaman masih berupaya mengejar target Universal Health Coverage (UHC), sehingga diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak.

‎"Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang begitu peduli terhadap masyarakat kami. Kami terus berusaha agar Padang Pariaman segera mencapai UHC, dan salah satu langkah nyata adalah melalui gerakan kepedulian para perantau seperti yang kita laksanakan hari ini," ujar Bupati.

‎Bupati menjelaskan, selain menggalang dukungan dari para perantau, pemerintah daerah juga tengah mendorong perusahaan-perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Di samping itu, pemerintah juga mengupayakan pemanfaatan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD agar dapat diarahkan mendukung pembiayaan kepesertaan JKN masyarakat.

‎Tidak hanya itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan melalui berbagai media, baik pemasangan baliho maupun kampanye di media sosial, guna meningkatkan kesadaran pentingnya membayar iuran BPJS Kesehatan secara mandiri.

‎Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Makcik H. Sagi bersama para perantau Kecamatan IV Koto Aur Malintang yang selama kurang lebih dua tahun terakhir secara konsisten bergotong royong membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

‎"Hari ini terdapat 13 donatur yang berasal dari kalangan dokter dan pengelola klinik. Mereka secara konsisten bergotong royong bersama pemerintah daerah membantu masyarakat. Alhamdulillah, gerakan ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 2.200 jiwa. Semoga semangat ini dapat ditiru oleh kecamatan lainnya karena selain menjadi amal ibadah, manfaatnya juga sangat besar bagi masyarakat," ungkapnya.

‎Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, ST., MT., menyampaikan apresiasi atas inovasi yang lahir dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, pemerintah nagari, dan para perantau dalam mendukung keberlangsungan Program JKN.

‎Menurutnya, tradisi badoncek yang diwujudkan dalam bentuk pembiayaan iuran BPJS Kesehatan merupakan contoh nyata kepedulian sosial yang patut menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

‎"Kami melihat langsung bagaimana pemerintah daerah, nagari, dan para perantau mampu menghadirkan solusi melalui tradisi badoncek untuk membantu masyarakat mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. Ini adalah inovasi sosial yang sangat baik dan layak menjadi contoh bagi daerah lainnya," ujar Setiaji.

‎Ia juga optimistis berbagai langkah strategis yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan mempercepat tercapainya Universal Health Coverage.

‎"Saya yakin dengan berbagai program yang telah disampaikan Bapak Bupati, Padang Pariaman akan mampu mengejar bahkan melampaui daerah lain dalam pencapaian UHC," tambahnya.

‎Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa budaya gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat Padang Pariaman tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dunia usaha, dan para perantau diharapkan terus berkembang sehingga cita-cita menghadirkan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Padang Pariaman dapat segera terwujud.