Puskesmas Anduring secara proaktif menggelar aksi pencegahan penyakit menular melalui kegiatan Investigasi Kontak Tuberkulosis (TB) yang menyasar 24 anak sekolah dasar di SDN 18 2X11 Kayutanam, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman. Langkah medis terukur yang dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 ini difokuskan sebagai bentuk mitigasi cepat guna memutus rantai penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis di lingkungan institusi pendidikan anak sejak dini.
Agenda diawali dengan sesi penyuluhan interaktif mengenai bahaya, etika batuk, hingga cara mengenali gejala awal TB pada anak-anak. Guna memastikan kondisi fisik sasaran, tim medis langsung melanjutkan program lapangan dengan melakukan skrining batuk serta pemeriksaan kelenjar getah bening di sekitar area leher peserta. Metode palpasi atau pemeriksaan fisik kelenjar ini menjadi indikator klinis yang sangat vital mengingat pembengkakan kelenjar merupakan salah satu tanda utama indikasi medis kasus TB anak (TB ekstra paru).
Keberhasilan penapisan kesehatan di sekolah ini tercapai berkat kerja sama yang solid dari jajaran internal Puskesmas. "Investigasi kontak di lingkungan sekolah dasar seperti ini merupakan langkah aktif Puskesmas untuk menjaring potensi kasus sedini mungkin agar anak-anak kita terlindungi," tutur pihak penyelenggara dari Puskesmas Anduring. Selaras dengan hal itu, Ns. Armanita, S.Kep selaku Pengelola Program TB Puskesmas Anduring menambahkan, "Melalui kombinasi skrining batuk dan pemeriksaan kelenjar fisik, kami dapat memetakan risiko klinis secara menyeluruh dan komprehensif langsung di lapangan."
Sebagai langkah tindak lanjut dari investigasi ini, pihak Puskesmas berkomitmen untuk terus memantau kondisi kesehatan para siswa secara berkala. Bagi anak yang terindikasi menunjukkan gejala batuk persisten atau pembengkakan kelenjar, tim medis akan melakukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut, seperti uji klinis laboratorium atau tes cepat molekuler (TCM), guna memastikan diagnosis. Puskesmas Anduring juga mengimbau pihak sekolah dan orang tua murid untuk selalu berkoordinasi dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah maupun ruang kelas demi mewujudkan sekolah bebas TBC.