Korong Kampuang Paneh Padang Pariaman Lolos Administrasi Proklim Utama, Siap Diverifikasi Tim KLH/BPLH

Korong Kampuang Paneh Padang Pariaman Lolos Administrasi Proklim Utama, Siap Diverifikasi Tim KLH/BPLH

29-09-2026
Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan
78 kali dilihat
Share:
Korong Kampuang Paneh Padang Pariaman Lolos Administrasi Proklim Utama, Siap Diverifikasi Tim KLH/BPLH

Ulakan Tapakih, 29 September 2026 — Korong Kampuang Paneh, Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kabupaten Padang Pariaman, masuk dalam daftar 109 lokasi se-Indonesia yang memenuhi kelengkapan administrasi untuk mengikuti verifikasi Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama Tahun 2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan administratif terhadap dokumen usulan ProKlim, yang meliputi berita acara, lembar isian ProKlim, dokumen pendukung, serta dokumen perencanaan. Korong Kampuang Paneh selanjutnya mengikuti verifikasi dan validasi data oleh Tim ProKlim Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Senin (28/9/2026).

Korong Kampuang Paneh sebelumnya diusulkan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sebagai nominasi ProKlim Utama bersama Korong Sarang Gagak, Nagari Pakandangan, Kecamatan Anam Lingkuang. Pengusulan tersebut didasarkan pada berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan masyarakat secara aktif di tingkat tapak.

Sebelum memasuki tahapan verifikasi KLH/BPLH, Korong Kampuang Paneh telah melalui verifikasi yang dilakukan Tim Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat pada 13 Agustus 2026. Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, Korong Kampuang Paneh diusulkan untuk memperoleh Trofi ProKlim Utama dari KLH/BPLH.

Verifikasi oleh Tim ProKlim KLH/BPLH dilaksanakan secara hybrid dan dibuka oleh Direktur Adaptasi Perubahan Iklim, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Franky Zamzani, S.Hut, M.Env.

Setelah pengarahan mengenai mekanisme verifikasi oleh Koordinator Pokja Pengembangan Masyarakat Berketahanan Iklim, Koko Wijanarka, S.Hut, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil verifikasi oleh Tim Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Barat, Dwi Elvia Ningsih, S.T. Selanjutnya pemaparan oleh Ketua Unit Kegiatan Sosial Ekonomi Masyarakat (Ukasema), Yulbahri, didampingi Sekretaris, Fitri Yeni dan Koordinator Bidang Produksi Siti Aniar. Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Mulyadi, Camat Ulakan Tapakis, Efineldi, penyuluh pertanian, serta bidan desa ikut memberikan informasi tambahan terkait kinerja Ukasema.

Kegiatan verifikasi itu turut dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Padang Pariaman, Adek Mahdalena dan dua orang fungsional DLHPKPP, Rahma dan Wilda.

Korong Kampuang Paneh mengusung fokus kegiatan “Inovasi Cerdas Menuju Nagari Mandiri, Sehat dan Tangguh Iklim.” Berbagai kegiatan adaptasi dan mitigasi telah dikembangkan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal.

Di bidang pengelolaan sumber daya dan energi, masyarakat telah mengembangkan usaha penjualan kompos yang berasal dari jerami dan kotoran sapi. Selain itu, terdapat pemanfaatan jerami untuk produksi bioetanol yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk parfum, serta pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya dan biodigester untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas.

Pada sektor pertanian, masyarakat bersama pemerintah nagari mendorong penerapan pertanian organik melalui peningkatan penggunaan bahan organik dan pengurangan penggunaan pupuk kimia. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi emisi sekaligus menjaga kualitas dan ketahanan tanah.

Penguatan ketahanan pangan juga menjadi bagian dari aksi adaptasi masyarakat. Pemanfaatan pekarangan rumah terus didorong melalui edukasi ketahanan pangan keluarga untuk meningkatkan diversifikasi dan ketersediaan sumber pangan lokal.

Untuk menjaga keberlanjutan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, Korong Kampuang Paneh juga telah menyusun dokumen perencanaan ProKlim Tahun 2026–2030 sebagai pedoman pengembangan program di tingkat masyarakat.

Hasil verifikasi KLH/BPLH tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses penilaian untuk menentukan lokasi yang memenuhi kriteria penerima penghargaan ProKlim Utama Tahun 2026.

Bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, proses verifikasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong semakin banyak masyarakat di tingkat nagari dan korong untuk terlibat langsung dalam aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui kegiatan yang berbasis pada potensi dan kebutuhan lokal.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis pada kesempatan terpisah didampingi Kepala DLHPKPP, Andri Satria Masri menyambut bahagia diusulkannya Korong Kampuang Paneh memperoleh Trofi ProKlim Utama dari KLH/BPLH.

“Masuknya Ukasema Korong Kampuang Paneh dalam 109 lokasi yang memenuhi kelengkapan administrasi ProKlim Utama menjadi bukti bahwa aksi perubahan iklim dapat dimulai dari tingkat masyarakat. Yang kita dorong bukan hanya penghargaan, tetapi bagaimana praktik adaptasi dan mitigasi ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat,” ujar John Kenedy Azis didampingi Andri.

Lebih lanjut mantan anggota DPR RI dua periode itu berharap agar Kelompok Ukasema Korong Kampuang Paneh dapat menyiapkan segala sesuatu kelengkapan bahan dan data sehingga dapat meraih target yang diharapkan.

(Dilaporkan oleh: Rahmawati Kusuma Putri, S.T.)

Lihat sumber berita