Waspada Dampak Kabut Asap: Penyakit ISPA Meningkat, Ini Langkah Taktis Puskesmas Sintuk Melindungi Warga
Padang Pariaman – Paparan sisa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti wilayah Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu dampak kesehatan nyata bagi masyarakat. Puskesmas Sintuk yang berada di Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman, melaporkan adanya tren peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara signifikan di seluruh wilayah kerjanya.
Penyakit ISPA ini mendominasi kelompok usia rentan di wilayah kerja Puskesmas Sintuk, yang mencakup bayi, balita, anak-anak usia sekolah, serta kelompok lansia. Sementara itu, pihak yang terlibat aktif dalam penanggulangan krisis kesehatan ini adalah seluruh tim medis Puskesmas Sintuk, bidan desa, serta jaringan kader kesehatan di tiap korong.
Terjadi lonjakan kunjungan pasien rawat jalan dengan keluhan gangguan pernapasan akut (ISPA). Mayoritas pasien datang ke puskesmas dengan gejala klinis seperti batuk kering atau berdahak yang tak kunjung sembuh, hidung tersumbat, tenggorokan sakit saat menelan, perih pada mata, hingga sesak napas akibat peradangan saluran udara.
Lonjakan kasus ini tercatat merata di seluruh wilayah kerja Puskesmas Sintuk, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Pelayanan penanganan darurat dan pembagian alat pelindung dipusatkan di gedung pelayanan utama Puskesmas Sintuk serta beberapa titik fasilitas umum di sekitarnya.
Kenaikan jumlah pasien ISPA ini terjadi pasca-kabut asap melanda, dengan tren peningkatan yang mulai melonjak tajam dalam kurun waktu dua pekan terakhir hingga hari ini. Pihak puskesmas mendeteksi akumulasi dampak polutan yang baru dirasakan warga setelah paparan udara buruk berlangsung beberapa hari.
Peningkatan kasus terjadi karena sisa-sisa polutan berbahaya dan partikel debu halus berukuran PM2,5 dari sisa pembakaran lahan masih mengendap bebas di udara luar. Zat iritan mikroskopis yang terhirup oleh warga secara terus-menerus ini merusak sistem pertahanan alami saluran pernapasan, sehingga memicu infeksi bakteri atau virus dengan sangat mudah.
Manajemen Puskesmas Sintuk langsung menerapkan sejumlah langkah taktis dan preventif untuk melindungi warga dari dampak yang lebih kronis:
Gerakan Pembagian Masker Gratis: Petugas kesehatan turun langsung ke jalan raya utama, lingkungan sekolah, dan pasar tradisional untuk membagikan masker medis secara massal guna menekan paparan langsung udara buruk.
Kesiapsiagaan Posko Oksigen: Puskesmas menyiagakan ruangan khusus dengan ketersediaan tabung oksigen dan alat bantu napas (nebulizer) yang siap digunakan gratis bagi warga yang mengalami sesak napas akut.
Edukasi dan Penyuluhan Keliling: Menggerakkan promosi kesehatan (Promkes) untuk memberikan edukasi mandiri kepada warga mengenai pentingnya menggunakan masker, memperbanyak minum air putih hangat, dan membatasi aktivitas luar ruangan.
Melalui kesiapsiagaan ini, Puskesmas Sintuk mengimbau warga agar tidak panik namun tetap waspada. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala sesak napas berat atau batuk yang memburuk, segera kunjungi Puskesmas Sintuk untuk mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.