Proyek Tol Sicincin–Bukittinggi Rp29 Triliun Dimulai Januari 2027: Terapkan Skema "Ganti Untung".

Proyek Tol Sicincin–Bukittinggi Rp29 Triliun Dimulai Januari 2027: Terapkan Skema "Ganti Untung".

28-10-2026
Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan
15 kali dilihat
Share:
Proyek Tol Sicincin–Bukittinggi Rp29 Triliun Dimulai Januari 2027: Terapkan Skema "Ganti Untung".

Parik Malintang, 26 Oktober 2026 – Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, gelar Prasosialisasi dan Dialog Rencana Pembangunan Jalan Tol Seksi Sicincin-Bukittinggi di Hall Ibukota Kabupaten Padang Pariaman, Senin (26/10/2026).

Turut hadir memenuhi undangan Bupati sekaligus menjadi narasumber utama, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dan Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro beserta jajaran baik dari pusat maupun di daerah, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar, Elsa Putra Friandi, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sumatra Barat, Ahdiyarsyah Camat 2 x 11 Kayu Tanam, Wali Nagari Kapalo Hilalang, Wali Nagari Guguak, Niniak Mamak dua nagari yang dilewati rencana jalan tol.

Turut mendampingi Bupati, Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, Kapolres Padang Pariaman, AKBP Riyana Purwasari, Sekda Padang Pariaman, Hendra Aswara, beserta Kepala Perangkat Daerah.

Dalam sambutan membuka acaranya John Kenedy Azis mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja.

"Kita memahami bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan dan jembatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun masa depan daerah. Infrastruktur yang baik diharapkan mampu mempercepat pergerakan orang dan barang, meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah," jelasnya.

Lebih lanjut John mengatakan bahwa bagi Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan infrastruktur strategis seperti Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin memiliki arti penting dalam mendukung konektivitas wilayah dan memperkuat posisi daerah kita dalam jaringan transportasi Sumatra Barat.

"Kita tentu berharap pembangunan ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik melalui peningkatan aktivitas ekonomi, tumbuhnya pusat-pusat usaha baru, terbukanya peluang investasi, maupun berkembangnya sektor perdagangan, pertanian, pariwisata, dan jasa," katanya lagi.

"Namun, kita juga harus menyadari bahwa setiap pembangunan berskala besar memerlukan persiapan yang matang, koordinasi lintas sektor, serta komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi dan dialog yang kita laksanakan hari ini menjadi sangat penting," katanya mengakhiri sambutan.

Panjang total seksi Sicincin–Bukittinggi mencapai 40,8 km, terdiri atas ruas Sicincin–Padang Panjang sepanjang 19,9 km dan Padang Panjang–Bukittinggi sepanjang 20,18 km. Khusus di Kabupaten Padang Pariaman, rute tol membentang sepanjang 10,2 km dan membutuhkan pembebasan lahan sekitar 99,06 hektar.

Lihat sumber berita