PADANG — Kabupaten Padang Pariaman tidak sekadar hadir memeriahkan Festival Literasi Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, tetapi juga membawa potensi masyarakat sekaligus menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang literasi tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan yang berlangsung 7–9 September 2026 di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat tersebut diikuti dengan menghadirkan Stand Literasi Padang Pariaman. Stand ini menampilkan berbagai produk hasil binaan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman.
Bunda Literasi Padang Pariaman yang diwakili Ny. Renny Hendra Aswara selaku Ketua DWP Kabupaten Padang Pariaman, didampingi kadis Arpus Sumarni, dan jajaran turut hadir memberikan dukungan terhadap gerakan literasi dan pemberdayaan masyarakat.
Beragam produk UMKM khas Padang Pariaman dipamerkan, mulai dari keripik daun kopi, keripik nangka, ladu sala, jamu sitawa dan berbagai produk olahan lainnya. Tak ketinggalan, sulaman khas Padang Pariaman turut ditampilkan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah yang memiliki nilai ekonomi.

Ny. Renny mengatakan, literasi tidak hanya berbicara tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi bagaimana pengetahuan mampu melahirkan kreativitas, keterampilan dan kemandirian.
«“Melalui TPBIS, kita ingin perpustakaan menjadi ruang belajar, ruang berkarya sekaligus ruang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Produk yang ditampilkan hari ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki potensi luar biasa yang bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.»
Kehadiran Stand Literasi Padang Pariaman mendapat perhatian pada hari pertama festival. Gubernur Sumatera Barat bersama Ny. Hasneli Bahar berkesempatan mengunjungi stand tersebut. Ny. Hasneli bahkan turut mencicipi dan membeli sejumlah produk UMKM Padang Pariaman sebagai oleh-oleh.
“Mari kita dukung UMKM lokal dengan membeli produknya. Setiap pembelian merupakan bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap kreativitas dan usaha masyarakat,” tambah Ny. Renny.
Ukir Prestasi di Ajang Literasi Sumbar
Di tengah kemeriahan festival, Padang Pariaman juga membawa kabar membanggakan. Perpustakaan Limpur Jaya Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, berhasil meraih Peringkat II Lomba Perpustakaan Nagari Terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026.
Prestasi lainnya diraih dalam Lomba Bertutur bagi Siswa SD/MI Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026. Yukio Khumaera, siswi SDN 02 2x11 Enam Lingkung, berhasil meraih Juara Harapan III.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa gerakan literasi di Padang Pariaman terus berkembang, baik melalui penguatan perpustakaan nagari maupun peningkatan kemampuan dan kreativitas generasi muda.
Pada kesempatan yang sama, Ny. Renny juga menerima buku dari penulis Musfi Yendra berjudul “Transparansi Tiga Arah”. Buku tersebut akan menjadi tambahan koleksi untuk Perpustakaan Daerah Kabupaten Padang Pariaman.
Ny. Renny menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih sekaligus dukungan para penulis dan pegiat literasi dalam memperkaya bahan bacaan masyarakat.
«“Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita untuk terus memperkuat gerakan literasi. Semoga semakin banyak anak-anak dan masyarakat yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang untuk belajar, berkembang dan berkarya,” pungkasnya.»

Kehadiran Padang Pariaman dalam Festival Literasi Sumbar 2026 menjadi gambaran bahwa literasi dapat bergerak lebih jauh—dari membaca menuju berkarya, dari pengetahuan menuju kemandirian, dan dari perpustakaan menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat Sumatera Barat masih dapat mengunjungi Festival Literasi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, Jalan Diponegoro Nomor 4, Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Semangat Literasi!
Literasi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Indonesia. (Dinas Arpus)