Berita Daerah

Inovasi PENA TB

06-06-2026
Share:
Image Carousel

PENA TB (Penjaringan Aktif Suspek Tuberkulosis) merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan Puskesmas Koto Bangko untuk meningkatkan penemuan suspek TB dan kasus TB positif di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko. Inovasi ini lahir dari kondisi masih rendahnya penemuan suspek penyakit TB, sehingga diperlukan upaya aktif untuk menjangkau masyarakat yang diduga menderita TB dan kontak erat serumah agar dapat diperiksa lebih cepat dan tepat. Inovasi ini melakukan penjaringan aktif untuk menemukan suspek TBC di masyarakat secara cepat, tepat, dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.

TUJUAN UMUM :
Meningkatkan penjaringan aktif suspek tuberkulosis dan penemuan kasus TB secara dini di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko guna memutus mata rantai penularan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
 
TUJUAN KHUSUS :
1. Melakukan pelacakan kontak serumah dan setempat kerja pada penderita TB.
2. Meningkatkan jumlah penemuan suspek TB di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko.
3. Meningkatkan penemuan penderita tuberkulosis melalui pemeriksaan aktif.
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan dahak dan pengobatan TB sampai tuntas.
5. Mengurangi stigma negatif masyarakat terhadap penderita TB.
6. Mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian akibat TB melalui pemutusan rantai penularan.
 
MANFAAT :
1. Meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas Koto Bangko dalam program penanggulangan tuberkulosis.
2. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB dan pentingnya pemeriksaan serta pengobatan tuntas.
3. Mengurangi stigma negatif masyarakat terhadap penyakit TB.
4. Meningkatkan penjaringan suspek TB dan penemuan penderita TB di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko.
5. Mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian akibat TB.
6. Memperkuat kerja sama lintas program dan lintas sektor dalam penanggulangan TB.
 
ALUR PELAYANAN :
1. Tim mengidentifikasi pasien TB dan data kontak erat.
2. Tim bersama kader TB dan bidan desa melakukan pelacakan kontak serumah dan setempat kerja.
3. Tim memberikan edukasi kepada masyarakat dan suspek TB.
4. Suspek TB menyerahkan sampel dahak untuk diperiksa.
5. Tim PENA TB menghubungi petugas laboratorium puskesmas.
6. Petugas laboratorium mempacking sampel dahak.
7. Sampel yang sudah dipacking diantar ke Puskesmas Sungai Geringging untuk pemeriksaan.
8. Hasil pemeriksaan diterima dan digunakan untuk tindak lanjut pasien.
9. Pasien mendapatkan pelayanan lanjutan berupa obat, konseling, pelayanan gizi, dan skrining kejiwaan sesuai kebutuhan.
10. Seluruh kegiatan dicatat, dilaporkan, dan dievaluasi secara berkala.
 
Sesudah adanya inovasi PENA TB, pelaksaannya melibatkan lintas program dan lintas sector. Selain itu, Bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai TB sehingga mengurangi stigma negative tentang penyakit TBC dan meningkatkan motivasi untuk berobat sampai tuntas. Yang berdampak pada meningkatnya penjaringan suspec TB di wilayah kerja Puskesmas Koto Bangko. Pengembangan PENA TB lebih meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memeriksaan dahak dan mengobati TB sampai tuntas, dibuatkan media penyuluhan berupa video testimoni dari penderita TB yang berhasil tuntas dalam menjalankan pengobatan TB (sembuh). Selain itu, Pasien TB yang datang kepuskesmas tidak hanya mendapatkan pelayanan cek labor dan obat rutin saja tapi juga mendapatkan pelayanan gizi dari tenaga gizi puskesmas koto bangko dan mendapatkan skrining kejiwaan dari petugas skrining Puskesmas Koto Bangko.