1. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan calon pengantin di fasilitas pelayanan kesehatan.
2. Membantu calon pengantin mengetahui kondisi kesehatannya sebelum menikah.
3. Meningkatkan kesiapan fisik, mental, dan sosial calon pengantin dalam membangun keluarga sehat.
4. Mendorong perencanaan kehamilan yang lebih aman dan sehat.
5. Mendukung upaya pencegahan stunting serta penurunan AKI dan AKB.
1. Catin datang ke Puskesmas Koto Bangko
2. Petugas di Ruang KIA melakukan pemeriksaan kesehatan pada catin
3. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan triple eliminasi (HIV, sifilis, HbsAg)
4. Melakukan pemeriksaan kebugaran di lapangan bersama petugas
5. Petugas KIA memberikan konseling seputar kesehatan reproduksi catin, konseling jiwa, hasil pemeriksaan laboratorium, memberikan imunisasi TT pada catin.
6. Petugas KIA memberikan konseling seputar kesehatan reproduksi catin, konseling jiwa, hasil pemeriksaan laboratorium, memberikan imunisasi TT pada catin
7. Petugas gizi memberikan konseling tentang pentingnya gizi seimbang
8. Petugas KIA memberikan resep obat tablet tambah darah, kartu catin cerdas dan pintar dan surat keterangan sehat dari Dokter
9. Petugas KIA memberikan resep obat tablet tambah darah, kartu catin cerdas dan pintar dan surat keterangan sehat dari Dokter.
10. Calon Pengantin datang ke kantor KUA dengan membawa Surat Keterangan sehat dari Dokter Puskesmas Koto Bangko.
11. Petugas KUA membuat jadwal konseling dan edukasi pada calon pengantin di BP4
12. Petugas KUA membuat jadwal konseling dari KUA yang akan dilaksanakan di BP4 2 kali sebulan (setiap hari senin minggu kedua dan minggu ke empat
13. Pemberian KISS CATIN (Konseling dan Skrining Sehat Calon Pengantin) kepada calon pengantin oleh dokter, pemegang program dan tenaga promkes Puskemsas Koto Bangko.
14. Calon pengantin dipersilahkan pulang
Inovasi KISS CATIN memiliki beberapa keunggulan dan unsur kebaharuan dibanding layanan sebelumnya maupun inovasi sejenis di puskesmas lain:
1. Layanan terintegrasi dan spesifik calon pengantin. Menggabungkan skrining fisik, gizi, penyakit menular, dan kesehatan mental dengan konseling reproduksi dan perencanaan kehamilan dalam satu paket layanan terstruktur.
2. Pendekatan hulu untuk pencegahan stunting dan AKI/AKB. Fokus pada perbaikan kondisi kesehatan calon pengantin, terutama calon ibu muda, sebagai strategi pencegahan dini untuk menurunkan stunting, BBLR, dan komplikasi kehamilan.
3. Penguatan kolaborasi Puskesmas–KUA–Nagari. Menjadikan pemeriksaan dan konseling KISS CATIN sebagai bagian dari proses administrasi pernikahan melalui kerja sama dengan KUA, mirip konsep inovasi KIS CATIN dan program catin lain yang berhasil memperkuat layanan pra-konsepsi.