PADANG PARIAMAN — Duka menyelimuti keluarga dua anak yang menjadi korban terseret arus Sungai Batang Nareh, Korong Lembak Pasang, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Musibah yang terjadi saat ketiganya mandi di sungai tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Sebagai bentuk kepedulian dan rasa duka, Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Padang Pariaman Ny. Nita Azis, didampingi jajaran perangkat daerah Jumat malam, 28 Agustus 2026, mendatangi rumah duka kedua korban untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati JKA menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam, baik atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.
“Ini adalah musibah yang tentu sangat berat bagi keluarga. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Bupati JKA.
Bupati bersama Ketua TP-PKK juga memberikan dukungan kepada keluarga korban. Di dua rumah duka yang berbeda, Bupati dan Ny. Nita Azis menyerahkan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok serta santunan uang kepada masing-masing orang tua korban.
Menurut Bupati, bantuan tersebut bukan sekadar bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga. Pemerintah daerah akan selalu hadir bersama masyarakat, terutama ketika masyarakat kita mengalami musibah,” katanya.
Tiga Anak Terseret Arus Saat Mandi di Sungai
Musibah tersebut terjadi pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 WIB. Tiga anak berusia sekitar 10 tahun diketahui mandi di Sungai Batang Nareh bersama empat orang temannya sepulang sekolah.
Saat kejadian, kondisi arus sungai menguat seiring dengan kondisi air pasang. Tiga anak kemudian terseret arus dan hilang dari pandangan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan. Salah seorang korban berinisial N berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke tempat aman.
Sementara dua korban lainnya, F dan Z, terbawa arus. Warga bersama tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Korban F ditemukan sekitar pukul 16.07 WIB dalam kondisi meninggal dunia dan selanjutnya dievakuasi dari aliran sungai.
Pencarian terhadap korban Z terus dilakukan hingga Jumat pagi. Tim SAR gabungan memperluas penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Nareh.
Setelah pencarian dilakukan secara intensif, korban Z akhirnya ditemukan sekitar pukul 11.48 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi awal dinyatakan tenggelam dan selanjutnya dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Bupati Ingatkan Orang Tua Awasi Anak
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati JKA mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan anak-anak ketika bermain di luar rumah.
Bupati meminta agar anak-anak tidak dibiarkan bermain atau mandi di sungai tanpa pengawasan orang dewasa, terlebih ketika kondisi cuaca, arus sungai, dan ketinggian air tidak memungkinkan.
“Musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami mengajak para orang tua untuk terus berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Jangan biarkan anak bermain di tempat-tempat yang berisiko, termasuk mandi di sungai tanpa pengawasan,” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya orang tua, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar perlu saling mengingatkan dan mengawasi.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus. Mari kita jaga bersama. Sekecil apa pun potensi bahaya, harus kita antisipasi. Jangan sampai kelengahan sesaat berujung pada penyesalan seumur hidup,” pesan Bupati.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh unsur SAR gabungan yang telah bergerak cepat memberikan pertolongan dan melakukan pencarian terhadap para korban.
“Terima kasih kepada masyarakat, tim SAR, BPBD, TNI, Polri dan seluruh pihak yang telah membantu sejak awal kejadian hingga proses pencarian dan evakuasi. Semoga kebersamaan dan kepedulian seperti ini terus kita jaga di tengah masyarakat,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di sungai, terutama saat arus menguat, air keruh, atau terjadi peningkatan debit air. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi anak-anak.(Kominfo)