KETAPING — Car Free Day (CFD) di Kampung Nelayan Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Minggu (30/8), tidak sekadar menjadi ajang berolahraga. Sejak pagi, kawasan tersebut berubah menjadi ruang publik yang semarak, mempertemukan masyarakat, pemerintah, pelaku UMKM hingga kalangan pendidikan dalam suasana penuh kebersamaan.
Ratusan warga dari berbagai kalangan tampak antusias memanfaatkan pagi hari dengan mengikuti senam bersama, berjalan santai dan menikmati berbagai aktivitas yang disiapkan dalam kegiatan CFD.
Semarak kegiatan semakin terasa dengan kehadiran Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. Bupati terlihat antusias berbaur dengan masyarakat dan mengikuti rangkaian kegiatan, sekaligus menyapa warga yang hadir.
Kehadiran orang nomor satu di Padang Pariaman itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Suasana CFD pun berlangsung semakin akrab, tanpa sekat antara pemerintah dan masyarakat.
Bagi Bupati, kegiatan CFD bukan hanya tentang menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana membangun interaksi langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah dapat melihat sekaligus merasakan secara langsung dinamika kehidupan masyarakat di tengah suasana yang santai dan penuh kekeluargaan.
Di sisi lain, CFD juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat. Ramainya kunjungan warga menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan sekaligus menjual berbagai produk mereka.
Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan menawarkan makanan, minuman, jajanan dan berbagai produk lokal kepada masyarakat yang mengikuti CFD.
Bagi pelaku usaha, keramaian CFD menjadi kesempatan untuk mengais rezeki sekaligus memperluas pasar. Interaksi langsung dengan masyarakat juga memberikan peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun pelanggan baru dan mengembangkan usahanya.
Kehadiran UMKM dalam kegiatan publik seperti CFD menjadi bagian penting dalam menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat. Jika dilakukan secara berkelanjutan dan dikelola dengan baik, CFD berpotensi menjadi salah satu ruang promosi produk lokal sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.
Semarak CFD kemudian ditutup dengan kegiatan gotong royong (goro) membersihkan lingkungan. Sejumlah siswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) bersama masyarakat turun langsung membersihkan sampah di sepanjang kawasan kegiatan.
Para siswa Poltekpel tampak memungut dan mengumpulkan sampah yang berserakan di sekitar jalan dan lingkungan Kampung Nelayan Ketaping. Aksi tersebut menjadi pesan kuat bahwa ruang publik yang ramai digunakan masyarakat juga harus dijaga bersama.
Kegiatan goro sekaligus menjadi penutup yang bermakna. Semangat olahraga dan kebersamaan yang terbangun sejak pagi dilanjutkan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
CFD di Kampung Nelayan Ketaping akhirnya tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, promosi UMKM, pemberdayaan masyarakat dan penguatan budaya gotong royong.
Dari olahraga bersama, masyarakat bergerak menghidupkan ekonomi. Dari keramaian, tumbuh peluang bagi UMKM. Dan dari kebersamaan, lahir kepedulian untuk menjaga lingkungan.
Kampung Nelayan Ketaping membuktikan bahwa sebuah kegiatan sederhana dapat memberikan dampak yang luas ketika masyarakat dan pemerintah bergerak bersama—sehat warganya, hidup ekonominya, bersih lingkungannya, dan kuat kebersamaannya.