Berita Daerah

Sawah Jangan Kekeringan! Pemkab Padang Pariaman Siapkan Normalisasi Irigasi Tersier, Petani Segera Rasakan Perhatian

01-11-2026
65 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN – Ketersediaan air menjadi salah satu kunci utama keberhasilan sektor pertanian. Menyadari pentingnya hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat perhatian terhadap kondisi infrastruktur pengairan, terutama saluran irigasi yang menjadi sumber kehidupan bagi areal persawahan masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan petani, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Padang Pariaman, Irawati Febriani, turun langsung meninjau sejumlah saluran irigasi yang mengalami kendala di Kecamatan Lubuk Alung dan Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Sabtu (31/10/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi saluran irigasi sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat tani yang selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah mereka.

Dalam peninjauan itu, Irawati menemukan sejumlah persoalan pada saluran irigasi, mulai dari kerusakan fisik, tertutup lumpur hingga pendangkalan yang menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal menuju lahan persawahan.

Wali nagari setempat turut menyampaikan bahwa beberapa saluran irigasi di wilayah Kecamatan Lubuk Alung membutuhkan perhatian dan penanganan segera. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat.

Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang ketua kelompok tani. Ia mengungkapkan bahwa petani selama ini cukup kesulitan memperoleh air akibat tidak lancarnya aliran irigasi. Bahkan, dalam kondisi tertentu, petani terpaksa mengandalkan curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air di sawah.

"Kami berharap persoalan saluran irigasi ini mendapat perhatian dan segera ditangani, karena ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan pertanian kami," ungkapnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian Irawati Febriani menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan penanganan melalui normalisasi saluran irigasi tersier.

Berdasarkan hasil wawancara, ia menargetkan pelaksanaan normalisasi irigasi tersier pada tahun ini, dengan target sekitar pertengahan November hingga Desember 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air menuju areal persawahan dan mengurangi kesulitan petani dalam memenuhi kebutuhan pengairan.

Menurutnya, persoalan irigasi tidak boleh dipandang sebagai persoalan infrastruktur semata. Sebab, kelancaran pengairan sangat berkaitan erat dengan keberlangsungan musim tanam, peningkatan produksi padi, serta kesejahteraan masyarakat petani.

Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis dan Wakil Bupati Rahmat Hidayat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Melalui peninjauan langsung dan rencana normalisasi tersebut, berbagai persoalan yang disampaikan petani diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan penanganan sesuai kewenangan serta kebutuhan di lapangan.

Pembangunan pertanian bukan hanya tentang meningkatkan hasil produksi, menyediakan benih atau memberikan bantuan kepada kelompok tani. Lebih dari itu, pemerintah juga harus memastikan sarana pendukung, khususnya infrastruktur pengairan, dapat berfungsi dengan baik.

Sebab, bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan penentu keberhasilan usaha tani dan sumber penghidupan keluarga.

Dengan rencana normalisasi irigasi tersier ini, diharapkan aliran air kembali lancar, lahan persawahan dapat terairi secara optimal, dan petani Padang Pariaman semakin bersemangat mengolah sawah demi mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.