Berita Daerah

‎Persiapan Tol Bukittinggi–Sicincin, Pemkab Padang Pariaman Bersama Andre Rosiade Gelar Pra-Sosialisasi dan Dialog

26-10-2026
34 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN — Persiapan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin terus dimatangkan melalui Pra Sosialisasi dan Dialog bersama pemerintah daerah, pihak pelaksana pembangunan, serta masyarakat. Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, berlangsung di Hall IKK Padang Pariaman, Senin (26/10/2026). 

‎Kegiatan ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman, Andre Rosiade, Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro beserta jajaran, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Provinsi Sumatera Barat Ahdiyarsyah, Kepala Balai Jalan beserta jajaran, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta wali nagari, wali korong, niniak mamak, dan masyarakat Kecamatan 2 × 11 Kayu Tanam.

‎Pembangunan jalan tol ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi Kabupaten Padang Pariaman dan Sumatera Barat secara umum.

‎Bupati Padang Pariaman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja.

‎Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin memiliki arti penting bagi pengembangan wilayah Padang Pariaman. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempercepat pergerakan orang dan barang, meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat, serta mendorong perkembangan sektor perdagangan, pertanian, pariwisata, dan jasa.

‎Bupati juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur berskala besar harus dilaksanakan melalui persiapan yang matang, koordinasi lintas sektor, dan komunikasi terbuka dengan masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar wilayah terdampak.

‎Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mendukung pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dukungan tersebut harus diiringi dengan proses yang transparan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memperhatikan hak dan kepentingan masyarakat.

‎Ia menegaskan pentingnya kejelasan informasi mengenai trase jalan tol, tahapan pelaksanaan, jadwal kegiatan, wilayah yang berpotensi terdampak, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam setiap tahapan pembangunan.

‎Selain itu, pendataan tanah, bangunan, lahan pertanian, dan aset masyarakat yang terdampak harus dilakukan secara cermat dengan tetap menghormati hak masyarakat, termasuk dalam proses pengadaan tanah dan pemberian ganti kerugian sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Bupati juga berharap masyarakat diberikan ruang yang memadai untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, keberatan, dan harapan. Dengan demikian, setiap persoalan yang muncul dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi berdasarkan data serta mekanisme yang telah ditetapkan.

‎Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

‎Dalam paparannya, Andre mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, niniak mamak, hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama mendukung persiapan pembangunan melalui komunikasi dan dialog yang terbuka.

‎Andre menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2027. Ia juga menegaskan bahwa tanah, bangunan, maupun tanaman milik masyarakat yang terdampak akan melalui proses penggantian sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan transparansi.

‎Ia meminta dukungan Bupati Padang Pariaman, Forkopimda, serta para niniak mamak dan tokoh masyarakat agar proses persiapan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar pembangunan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

‎Berdasarkan paparan rencana pembangunan, trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin direncanakan melintasi wilayah Kabupaten Padang Pariaman sepanjang sekitar 10,48 kilometer, khususnya di Kecamatan 2 × 11 Kayu Tanam, yang mencakup Nagari Guguak dan Kapalo Hilalang. Kebutuhan lahan atau Right of Way (ROW) untuk pembangunan jalan tol di wilayah Kabupaten Padang Pariaman diperkirakan mencapai sekitar 99,36 hektare.

‎Perencanaan tersebut juga mencakup sejumlah bangunan perlintasan, seperti jembatan, underpass, box underpass, dan overpass. Penentuan trase turut mempertimbangkan kondisi kawasan sekitar, termasuk kawasan hutan, mata air wisata, area pemakaman, jalan nasional Padang–Bukittinggi, bekas rel kereta api, serta jaringan listrik tegangan tinggi 150 kV.

‎Setelah penyampaian sambutan dan paparan Andre Rosiade, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro mengenai rencana pembangunan jalan tol. Selanjutnya, sesi diskusi dan dialog dibuka bagi masyarakat, wali nagari, serta wali korong di Kecamatan 2 × 11 Kayu Tanam untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan aspirasi terkait rencana pembangunan tersebut.

‎Melalui dialog ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana pembangunan, tahapan pelaksanaan, serta hak-hak yang perlu diperhatikan dalam proses pengadaan tanah. Keterlibatan masyarakat sejak tahap persiapan menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bersama dan meminimalkan kesalahpahaman selama proses pembangunan berlangsung.

‎Ke depan, kehadiran Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin diharapkan tidak hanya memperlancar akses transportasi, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas akses pasar bagi produk lokal, meningkatkan daya tarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman. (DiskominfoPadangPariaman)