Berita Daerah

Perkuat Peran Niniak Mamak, Bupati JKA Ajak KAN Bersinergi Jaga Adat dan Generasi Muda

09-10-2026
11 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN — Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., mengajak seluruh Kerapatan Adat Nagari (KAN), niniak mamak, dan pucuak adat untuk memperkuat peran dalam menjaga nilai-nilai adat dan agama serta membina generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri silaturahmi KAN dan niniak mamak se-Kabupaten Padang Pariaman di Pendopo Bupati, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan pemangku adat sekaligus membangun kesepahaman dalam penerapan aturan serta pengambilan keputusan di bidang adat.

Dalam sambutannya, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan terima kasih kepada seluruh niniak mamak nan gadang basa batuah yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa niniak mamak memiliki kedudukan penting sebagai pemimpin kaum, panutan masyarakat, sekaligus penjaga nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, peran niniak mamak semakin dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Pengaruh globalisasi dan kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan nilai adat dan agama agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.

“Adat dan agama merupakan fondasi persatuan sekaligus karakter masyarakat Padang Pariaman. Nilai-nilai ini harus menjadi pegangan hidup dalam membangun kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan niniak mamak. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan pembinaan moral, penguatan karakter, dan terjaganya ketertiban sosial.

Ia mendorong agar fungsi KAN ditata dan diperkuat sehingga mampu menjalankan perannya secara optimal. Selain itu, pengawasan secara horizontal dan vertikal perlu ditingkatkan, termasuk melalui gagasan pembentukan satuan tugas (satgas) di tingkat korong untuk membantu mengawasi serta mencegah persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

Bupati berharap niniak mamak dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan perilaku sosial, pelanggaran norma adat dan agama, serta pembinaan generasi muda.

“Saya berharap niniak mamak bersama pemerintah daerah dapat terus bersinergi membangun nagari dan Kabupaten Padang Pariaman yang kita cintai. Peran niniak mamak harus semakin kuat agar persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui pendekatan adat, agama, dan musyawarah,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Rustam Dt. Panghulu Mudo, menyampaikan bahwa silaturahmi tersebut dilatarbelakangi keresahan terhadap berbagai persoalan sosial yang dinilai semakin memprihatinkan.

Ia menyoroti adanya kecenderungan generasi muda yang mulai menjauh dari norma adat dan agama, melemahnya kedekatan masyarakat dengan nilai-nilai adat, serta munculnya persoalan seperti kekerasan dalam rumah tangga, tindakan asusila, hingga pembunuhan. Perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan pemahaman nilai dan norma juga menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku adat untuk mengembalikan fungsi adat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, melalui silaturahmi ini diharapkan lahir kesepakatan dan langkah nyata untuk memperkuat peran niniak mamak, menyamakan pemahaman terhadap aturan adat, serta membangun koordinasi yang lebih baik antar-KAN di Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara, kepala perangkat daerah, Kapolres Kota Pariaman, Kapolres Padang Pariaman, pengurus KAN, niniak mamak, serta pucuak adat dari berbagai nagari di Kabupaten Padang Pariaman.

Melalui penguatan peran niniak mamak dan kerja sama dengan pemerintah daerah, diharapkan nilai adat dan agama semakin hidup dalam keseharian masyarakat, generasi muda tumbuh dengan karakter yang kuat, serta berbagai persoalan sosial dapat dicegah dan diselesaikan secara bersama demi terwujudnya Padang Pariaman yang aman, harmonis, dan berbudaya. (Kominfo)