PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Hingga 7 November 2026, sebanyak 1.242 kelompok tani (keltan) telah menerima manfaat dari berbagai program pembangunan dan pengembangan pertanian yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi Sumatera Barat, dan APBD Kabupaten Padang Pariaman.
Program yang dilaksanakan sejak Januari 2026 tersebut mencakup rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana, pembangunan dan peningkatan infrastruktur irigasi, penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan perkebunan rakyat, serta penyediaan benih dan bibit unggul tanaman pangan dan hortikultura.
Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pertanian
Dalam upaya memulihkan produktivitas lahan pertanian pascabencana, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah melaksanakan rehabilitasi sawah terdampak bencana seluas 198 hektare yang melibatkan 18 kelompok tani. Selain itu, optimasi lahan bencana seluas 446 hektare juga telah dilaksanakan dengan melibatkan 17 kelompok tani, termasuk dukungan pengolahan lahan.
Penguatan infrastruktur pertanian turut menjadi perhatian melalui pembangunan 15 unit dam parit, 15 unit irigasi perpompaan, 19 unit irigasi perpipaan, 22 unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), serta 27 unit kegiatan Piter. Pembangunan jaringan irigasi usaha tani dan jalan usaha tani juga dilaksanakan melalui dukungan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Kabupaten Padang Pariaman.
Untuk meningkatkan efisiensi dan modernisasi usaha tani, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan alsintan, di antaranya 2 unit combine harvester besar, 3 unit pompa air, 6 unit traktor roda empat, 32 unit traktor roda dua berbagai tipe, 45 unit mesin potong rumput, 5 unit thresher, serta 40 unit handsprayer elektrik.
Perkuat Perkebunan Rakyat dan Komoditas Unggulan
Pada sektor perkebunan, pengembangan komoditas unggulan terus dilakukan guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Melalui dukungan APBN, sebanyak 198.000 batang bibit kelapa telah disalurkan untuk pengembangan lahan seluas 1.800 hektare yang melibatkan 164 kelompok tani.
Program tersebut juga didukung dengan penyediaan 594.000 kilogram pupuk organik serta bantuan upah pembuatan lubang tanam sebesar 13 orang kerja per hektare. Sementara itu, melalui APBD Provinsi Sumatera Barat, disalurkan 7.000 batang bibit kelapa untuk pengembangan lahan seluas 58 hektare.
Pengembangan komoditas perkebunan lainnya juga dilakukan melalui penyaluran 15.000 batang bibit kayu manis untuk lahan seluas 25 hektare serta 20.000 batang bibit kakao untuk lahan seluas 20 hektare.
Tingkatkan Ketahanan Pangan dan Rehabilitasi Hortikultura
Dalam rangka menjaga stabilitas produksi pangan daerah, bantuan benih tanaman pangan juga disalurkan kepada kelompok tani. Program tersebut meliputi 17.050 kilogram benih padi untuk rehabilitasi lahan bencana seluas 682 hektare, 2.850 kilogram benih jagung untuk lahan bencana seluas 190 hektare, serta 7.500 kilogram benih jagung reguler APBN untuk pengembangan lahan seluas 500 hektare.
Pada sektor hortikultura, pengembangan kawasan cabai terdampak bencana dilakukan seluas 14 hektare, sedangkan pengembangan cabai reguler dengan sistem mulsa dilaksanakan pada lahan seluas 4 hektare.
Rehabilitasi kawasan hortikultura buah juga menjadi bagian penting dari pemulihan pertanian. Pemerintah menyalurkan 2.150 batang bibit manggis untuk lahan seluas 21,5 hektare, 13.150 batang bibit durian untuk lahan seluas 131,5 hektare, serta 11.150 batang bibit alpukat untuk lahan seluas 111,5 hektare.
Sinergi Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman menegaskan bahwa berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pemulihan usaha tani masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman diharapkan mampu mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana sekaligus meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan kesejahteraan petani.
Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus mendorong sektor pertanian menjadi salah satu penggerak pembangunan ekonomi daerah, sekaligus memastikan keberlanjutan produksi pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tani.