Berita Daerah

Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026, Ketika Syiar Islam, Adat dan Gotong Royong Menjadi Satu Napas di Ranah Padang Pariaman

26-08-2026
71 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PARIT MALINTANG — Padang Pariaman Mauluik Gadang 2026 berlangsung semarak selama tiga hari, 23–25 Agustus 2026, di kawasan Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Parit Malintang.

Mengusung semangat “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Bangkit Bersama Membangun Padang Pariaman yang Religius, Tangguh, Maju dan Sejahtera,” perhelatan ini memadukan syiar Islam, adat dan budaya dalam satu alek bersama masyarakat.

Rangkaian dimulai Minggu (23/8) dengan Lomba Kasidah Rebana dan Bintang Kasidah yang diikuti utusan kecamatan se-Kabupaten Padang Pariaman. Lantunan rebana dan syair Islami menjadi pembuka kemeriahan sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengenal seni bernuansa religi.

Hari kedua, Senin (24/8), diisi dengan Malamang, Tabligh Akbar, Syarafal Anam dan Shalawat Dulang. Tradisi malamang memperlihatkan semangat gotong royong masyarakat, sementara lantunan zikir dan pujian kepada Rasulullah SAW menghadirkan suasana religius. Sekitar 140 ulama dan tuangku dari 17 kecamatan turut ambil bagian.

Puncak kegiatan, Selasa (25/8), ditandai dengan arak-arakan ratusan Bungo Lado, dilanjutkan penerimaan Jamba, Badoncek, Lamang, Badikia dan Makan Bajamba.

Bungo Lado menjadi simbol partisipasi dan gotong royong masyarakat, sementara Makan Bajamba memperkuat silaturahmi dan rasa kebersamaan.

Tiga hari perhelatan tersebut memperlihatkan bagaimana agama dan adat tumbuh berdampingan dalam kehidupan masyarakat Padang Pariaman.

Mauluik Gadang bukan sekadar perayaan Maulid Nabi, tetapi juga momentum untuk menjaga tradisi, memperkuat silaturahmi dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

Mauluik Gadang 2026: Merawat syiar, menjaga adat, menguatkan kebersamaan. (Kominfo)