Berita Daerah

Normalisasi Sungai Batang Anai Rampung, Akses Warga Kembali Aman

15-07-2026
46 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berhasil menuntaskan normalisasi Sungai Batang Anai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam. Pekerjaan yang berlangsung selama sekitar dua bulan tersebut mengembalikan aliran sungai ke jalur semula setelah berubah akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Rampungnya normalisasi ini menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana bagi masyarakat sekaligus memulihkan konektivitas wilayah. Aliran sungai yang sebelumnya bergeser kini kembali mengalir di bawah jembatan, sehingga jembatan darurat dapat difungsikan kembali dan aktivitas warga menjadi lebih aman.

Proses normalisasi dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan alat berat. Pada awal pekerjaan, pemerintah mengoperasikan satu unit eskavator sebelum menambahnya menjadi empat unit untuk mempercepat penyelesaian proyek. Seluruh pekerjaan dimulai dari tahap awal karena perubahan alur sungai yang cukup signifikan pascabencana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan keberhasilan normalisasi telah menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap rakit sederhana yang sebelumnya digunakan untuk menyeberangi sungai.

Menurutnya, rakit yang terbuat dari tong oli bekas tersebut memiliki risiko keselamatan yang tinggi. Bahkan, sebelumnya sempat terjadi insiden seorang warga hanyut saat menyeberang menggunakan rakit tersebut.

"Dengan kembalinya aliran sungai ke bawah jembatan, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman. Risiko yang selama ini mengancam warga saat melintasi kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan," ujarnya.

Selain mengembalikan fungsi sungai, pemerintah juga kembali mengaktifkan jembatan darurat sebagai akses sementara bagi masyarakat. Untuk meningkatkan keamanan, khususnya pada malam hari, pemerintah berencana menambah lampu penerangan di sekitar jembatan.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau berhati-hati karena jembatan yang digunakan saat ini masih bersifat sementara hingga pembangunan infrastruktur permanen dapat direalisasikan.

Normalisasi Sungai Batang Anai dilakukan sepanjang hampir 200 meter di masing-masing sisi sungai. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan kawasan dari potensi perubahan alur sungai di masa mendatang, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas ribuan warga yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.

Keberhasilan proyek ini menjadi wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sekaligus memastikan masyarakat kembali memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan lebih terlindungi.