Berita Daerah

Kualitas Udara Padang Pariaman Masih Tidak Sehat, Bupati Hentikan Sementara Car Free Day

13-09-2026
109 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah seiring adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Sumatera Barat maupun wilayah di luar provinsi yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.

Berdasarkan pemantauan Shelter Air Quality Monitoring System (AQMS) Kabupaten Padang Pariaman, kualitas udara di daerah itu masih berada dalam kategori tidak sehat selama periode Senin hingga Sabtu, 7–12 September 2026. Meskipun mengalami fluktuasi, konsentrasi partikulat halus PM2.5 tetap menjadi parameter utama yang perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Data Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman mencatat, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) PM2.5 pada Senin, 7 September 2026, pukul 06.00 WIB, berada di angka 149. Angka tersebut kemudian tercatat 145 pada Selasa, 8 September, dan 146 pada Rabu, 9 September.

Pada Kamis, 10 September, kualitas udara sempat membaik dengan nilai ISPU PM2.5 sebesar 130. Namun, kondisi kembali memburuk pada Jumat, 11 September, dengan angka 144. Sementara itu, pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 06.00 WIB, nilai ISPU PM2.5 tercatat 136.

Selama enam hari pemantauan, nilai ISPU PM2.5 berada pada rentang 130 hingga 149. Kondisi ini menunjukkan kualitas udara yang masih perlu diantisipasi, terutama oleh kelompok sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan dan jantung.

Pemkab Bagikan Lebih dari 50 Ribu Masker

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap serta pentingnya menjaga lingkungan.

“Kita tentu saja pertama menyelamatkan dulu warga Kabupaten Padang Pariaman dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kabut asap ini,” ujar Bupati John Kenedy Azis.

Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Selain sosialisasi, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan wali nagari untuk membagikan masker kepada masyarakat.

“Yang kedua, saya sudah memerintahkan OPD-OPD, camat-camat, wali nagari untuk membagikan masker. Mungkin sudah lebih dari 50 ribu masker kami telah bagikan kepada warga Kabupaten Padang Pariaman,” ungkapnya.

Upaya tersebut merupakan bagian dari langkah perlindungan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam menghadapi kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik.

Car Free Day 13 September Ditiadakan

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memutuskan meniadakan kegiatan Car Free Day yang sedianya dilaksanakan pada Minggu, 13 September 2026.

Bupati John Kenedy Azis menjelaskan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masih fluktuatif dan berada dalam kategori tidak sehat.

“Untuk tanggal 13 September besok, Car Free Day yang sedianya dilaksanakan ditiadakan. Ditiadakannya sampai ada pengumuman lebih lanjut,” jelasnya.

Bupati menegaskan, kegiatan Car Free Day akan ditunda hingga kondisi dinilai lebih baik dan pemerintah daerah mengumumkan pelaksanaan kembali.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari potensi dampak pencemaran udara.

Bupati Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Menyikapi kondisi udara yang masih berubah-ubah, Bupati Padang Pariaman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan.

“Imbauan saya kepada masyarakat supaya berhati-hati. Kalau tidak perlu keluar rumah, jangan keluar rumah. Kalaupun harus keluar rumah, saya menyarankan pakai masker,” kata Bupati.

Ia juga meminta masyarakat untuk sementara menghindari kegiatan olahraga di luar ruangan hingga kualitas udara kembali membaik.

“Ya, hindari olahraga di luar rumah dulu. Sebab kalau berolahraga, kalau pakai masker kan juga tidak nyaman. Sampai cuaca ini semakin baik,” lanjutnya.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memperburuk kualitas udara, serta mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai kualitas udara.

Pemantauan melalui Shelter AQMS Kabupaten Padang Pariaman akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyediakan informasi kualitas lingkungan dan meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.