Berita Daerah

Komitmen Kuat Pemkab Padang Pariaman Kendalikan Inflasi, Bupati: Stabilitas Harga adalah Kunci Menjaga Daya Beli Masyarakat

27-07-2026
38 kali dilihat
Share:
Image Carousel

Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap sehat dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman, Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H., saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Dillo, Kawasan Ibu Kota Kabupaten (IKK) Parit Malintang, Senin (27/7/2026).

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mengintensifkan berbagai langkah strategis, mulai dari pemantauan harga kebutuhan pokok, menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi pangan, hingga pelaksanaan operasi pasar murah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gejolak harga.

"Pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil," ujar Bupati.

Komitmen tersebut sejalan dengan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kondisi inflasi di Sumatera Barat masih relatif terkendali. Pada Juni 2026, inflasi bulanan (month to month/mtm) tercatat sebesar 0,50 persen, melandai dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,90 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year to date/ytd) Januari–Juni 2026 berada pada angka 0,98 persen, sedangkan inflasi tahunan (year on year/yoy) tercatat 4,70 persen.

Berdasarkan data BPS, tekanan inflasi dari kelompok volatile food atau pangan bergejolak juga menunjukkan tren yang semakin membaik. Inflasi kelompok ini turun menjadi 0,56 persen (mtm) dari sebelumnya 2,47 persen, didorong oleh menurunnya harga sejumlah komoditas strategis seperti cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras yang secara akumulatif bahkan mencatatkan deflasi sepanjang tahun berjalan.

Di sisi lain, inflasi bulanan masih dipengaruhi oleh kelompok transportasi dan energi, terutama akibat penyesuaian harga BBM non-subsidi, kenaikan tarif angkutan udara pada musim libur sekolah, serta kenaikan harga LPG non-subsidi.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman optimistis tekanan inflasi dapat terus dikendalikan melalui penguatan sinergi bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bank Indonesia, Bulog, serta seluruh anggota TPID.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan langkah-langkah antisipatif melalui pemantauan perkembangan harga secara berkala, penguatan kerja sama antardaerah dalam distribusi pangan, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.

"Dengan sinergi yang kuat dan langkah-langkah yang terukur, kami optimistis inflasi di daerah dapat terus dikendalikan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan perekonomian Padang Pariaman semakin tumbuh," tutup Bupati. (Kominfo)