Berita Daerah

Jembatan Darurat Batang Anai Difungsikan, Jembatan Permanen Segera Dibangun

15-07-2026
48 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali memfungsikan jembatan darurat di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, menyusul rampungnya normalisasi Sungai Batang Anai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat kembali berjalan lancar, sekaligus menjadi solusi sementara hingga pembangunan jembatan permanen direalisasikan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan jembatan darurat dapat difungsikan lebih cepat dari jadwal berkat percepatan pekerjaan yang dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat.

Semula, jembatan diperkirakan baru dapat digunakan dalam waktu tiga hari. Namun, melalui koordinasi dan kolaborasi lintas instansi, akses tersebut berhasil dibuka hanya dalam waktu dua hari.

"Percepatan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat, khususnya pelajar, pekerja, dan pengguna kendaraan roda dua, dapat kembali berjalan normal tanpa harus menunggu lebih lama," ujarnya.

Saat ini, jembatan darurat masih berstatus fungsional dan akan terus disempurnakan secara bertahap. Pemerintah berencana menambah pengaman pada sisi kiri dan kanan jembatan guna meningkatkan keselamatan pengguna.

Untuk sementara, jembatan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, kendaraan roda dua, serta kendaraan roda tiga seperti becak. Kendaraan roda empat belum diizinkan melintas mengingat kondisi konstruksi yang masih bersifat sementara.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan. Jalur tersebut menjadi akses vital yang setiap harinya digunakan oleh lebih dari dua ribu kendaraan, sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama selama masa transisi.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah menyiapkan pembangunan jembatan permanen yang akan menggantikan akses sementara tersebut. Jembatan baru dirancang memiliki panjang 140 meter, terdiri atas dua bentang masing-masing sepanjang 70 meter dengan lebar enam meter dan menggunakan konstruksi rangka baja.

Proyek yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp45,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2026.

Kehadiran jembatan permanen diharapkan mampu memulihkan konektivitas kawasan secara menyeluruh sekaligus memperkuat akses transportasi bagi lebih dari 40 ribu masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Sinergi antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan bagi masyarakat.