Parik Malintang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Evaluasi Presentasi 100 Hari Kerja 13 Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlangsung di Ruang Dillo Dinas Komunikasi dan Informatika, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Berkarya, Berinovasi, dan Bertransformasi untuk Pendidikan Padang Pariaman yang Lebih Berkualitas" ini menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana kepemimpinan para kepala sekolah baru dalam menjalankan program kerja, menghadirkan inovasi, serta mempercepat peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman, Hendri, menegaskan bahwa evaluasi 100 hari kerja bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan instrumen untuk mengukur efektivitas kepemimpinan sejak awal masa jabatan.
"Seratus hari merupakan waktu yang cukup untuk melihat bagaimana seorang kepala sekolah beradaptasi, membangun budaya kerja, melahirkan inovasi, dan mengeksekusi program-program prioritas. Yang kita nilai bukan hanya apa yang direncanakan, tetapi apa yang benar-benar telah diwujudkan," ujar Hendri.
Ia menjelaskan, evaluasi ini merupakan tindak lanjut dari pengangkatan 13 kepala SMP berdasarkan SK Bupati Padang Pariaman Nomor 821.2/014/KEP/BPP-2026 tanggal 6 Januari 2026. Melalui evaluasi berkala, Dinas Pendidikan ingin memastikan setiap kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan sekolahnya.
Menurut Hendri, peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Karena itu, kepala sekolah dituntut mampu menghadirkan kepemimpinan yang inovatif, memperkuat kualitas pembelajaran, serta meningkatkan prestasi peserta didik.
"Kami ingin lahir budaya kerja yang cepat, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Kepala sekolah adalah pemimpin perubahan yang menentukan arah kemajuan sekolah. Melalui evaluasi ini kita berharap terjadi percepatan peningkatan kualitas pendidikan di Padang Pariaman," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 13 kepala sekolah mempresentasikan capaian kinerja selama 100 hari pertama memimpin sekolah. Masing-masing memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan, mulai dari penguatan literasi dan numerasi, implementasi Profil Pelajar Pancasila, peningkatan disiplin warga sekolah, pengembangan inovasi pembelajaran, hingga penataan sarana dan prasarana pendidikan.
Adapun 13 kepala sekolah yang mengikuti evaluasi tersebut yakni:
Afrida, S.Pd – Kepala SMP Negeri 1 V Koto Timur.
Amni Harti, S.Pd – Kepala SMP Negeri 3 Nan Sabaris.
Elya Saffianis, S.Pd – Kepala SMP Negeri 1 Padang Sago.
Gesti Weni, M.Pd – Kepala SMP Negeri 2 Batang Anai.
Hazairin, S.Pd – Kepala SMP Negeri 1 Sungai Geringging.
Khairani, S.Pd – Kepala SMP Negeri 2 Nan Sabaris.
Lismawati, S.Pd – Kepala SMP Negeri 2 Batang Gasan.
Mailesni, S.Pd – Kepala SMP Negeri 1 V Koto Kampung Dalam.
Ridwan, S.Pd – Kepala SMP Negeri 2 Padang Sago.
Thamrin, S.Pd – Kepala SMP Negeri 1 2x11 Enam Lingkung.
Yasmirwati, S.Pd – Kepala SMP Negeri 2 Lubuk Alung.
Yulnarita, S.Pd – Kepala SMP Negeri 2 VII Koto Sungai Sarik.
Zulyatri, S.Pd – Kepala SMP Negeri 3 Sungai Geringging.
Usai presentasi, masing-masing kepala sekolah mengikuti sesi pendalaman dan tanya jawab bersama tim evaluator. Forum ini menjadi ruang untuk menguji efektivitas kepemimpinan, sekaligus menggali berbagai inovasi yang telah diterapkan di sekolah masing-masing agar dapat menjadi inspirasi dan direplikasi oleh sekolah lain di Kabupaten Padang Pariaman.
Kepala Bidang Pembinaan SMP, Afrinaldi Yunas, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan melakukan penilaian, tetapi juga menjadi wadah berbagi praktik baik antar kepala sekolah.
"Melalui forum ini, setiap kepala sekolah dapat saling belajar, bertukar pengalaman, dan mengadopsi inovasi yang terbukti berhasil diterapkan di sekolah lain. Semangatnya adalah berkolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan secara bersama-sama," ujarnya.
Ia berharap evaluasi tersebut mampu mendorong lahirnya budaya inovasi dan kepemimpinan yang berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Padang Pariaman.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara objektif dan berbasis kinerja, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan optimistis akan lahir sekolah-sekolah yang semakin berkualitas, berprestasi, dan mampu mencetak generasi muda Padang Pariaman yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mewujudkan transformasi pendidikan melalui kepemimpinan sekolah yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.