Berita Daerah

Bupati JKA Tuntaskan Bantuan UMKM Terdampak Bencana, 570 Pelaku Usaha Kini Mulai Bangkit

11-04-2026
71 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PARIAMAN, (10/4) — Komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam memulihkan ekonomi masyarakat pascabencana kembali ditegaskan. John Kenedy Azis (JKA) secara resmi menuntaskan penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak bencana hidrometeorologi.

Penyaluran tahap keempat yang digelar di Pendopo Bupati, Jumat (10/4/2026), menyasar 120 UMKM sekaligus menjadi penutup rangkaian distribusi bantuan yang telah menjangkau ratusan pelaku usaha di berbagai wilayah terdampak.

Dalam kesempatan itu, Bupati JKA didampingi Ketua TP-PKK Ny. Nita Christanti Azis serta Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Hendri Satria.

Dengan rampungnya tahap akhir ini, total sebanyak 570 UMKM telah menerima bantuan dari 605 pelaku usaha yang sebelumnya terdata.

“Alhamdulillah, hari ini kita tuntaskan penyaluran untuk 120 UMKM. Artinya, 570 UMKM terdampak sudah kita bantu. Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah bersama para donatur dalam memulihkan ekonomi masyarakat,” tegas JKA.

 

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi, khususnya anggota Komisi VII DPR RI dan organisasi Seruni Kabinet Merah Putih, yang dinilainya memiliki peran penting dalam percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, JKA mengingatkan para penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.

“Syukuri bantuan ini dan gunakan sebaik-baiknya. Yang terpenting, segera bangkit dan kembali berproduksi,” pesannya.

Sementara itu, Hendri Satria menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan tidak dilakukan secara instan. Tahapan panjang mulai dari pendataan, verifikasi lapangan, hingga asesmen kebutuhan menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.

“Dari 605 UMKM yang terdata, hanya 570 yang benar-benar memenuhi kriteria terdampak langsung. Kami pastikan setiap bantuan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha,” jelasnya.

 

 

Penyaluran dilakukan secara bertahap, yakni 100 UMKM pada tahap pertama, 250 UMKM tahap kedua, 100 UMKM tahap ketiga, dan 120 UMKM pada tahap keempat.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan ini merupakan program khusus bagi UMKM terdampak bencana, bukan pengalihan dari bantuan kebencanaan lainnya.

“Bantuan ini merupakan hasil sinergi dan komunikasi yang dibangun oleh Ketua TP-PKK Padang Pariaman dengan organisasi Seruni serta dukungan Komisi VII DPR RI,” tambahnya.

Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah perjuangan masyarakat. Salah seorang penerima bantuan, pedagang bakso di Tanah Taban Nagari Pasie Laweh, mengaku bantuan ini menjadi titik balik usahanya yang sempat lumpuh akibat banjir.

“Warung kami hanyut terbawa banjir. Kami sempat tidak bisa berjualan. Alhamdulillah, dengan bantuan ini kami bisa mulai lagi dari nol,” tuturnya haru.

Penuntasan program ini menjadi simbol kuat bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga konsisten mengawal proses pemulihan hingga masyarakat benar-benar bangkit.

Pemkab Padang Pariaman berharap, bantuan ini tidak sekadar menjadi stimulan ekonomi jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan pelaku UMKM dalam menghadapi risiko bencana di masa depan. (Kominfo)