PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman memperkuat kolaborasi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Balai Ternak. Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Implementasi dan Kolaborasi Program Balai Ternak bagi mustahik, Selasa (29/9/2026), di Ruang Pertemuan Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman.
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis melalui Asisten III, Sri Nelis, menyampaikan apresiasi atas program BAZNAS yang memanfaatkan zakat secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyambut baik Program Balai Ternak ini. Kita berharap kolaborasi BAZNAS, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dapat memberikan manfaat nyata bagi mustahik, terutama dalam meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Sri Nelis.
Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan ternak, tetapi juga pengelolaan, pendampingan, penguatan kelompok, serta dukungan teknis yang berkelanjutan.
FGD dihadiri BAZNAS RI yang diwakili Kepala Divisi Usaha Peternakan, Kurban, DAM dan Aqiqah, Ajat Sudrajat, Ketua BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman M. Defriadi Dt. Rangkayo Basa, Kepala Kantor Kementerian Agama, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Padang Sago, serta calon mustahik penerima program.
Ketua BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman, M. Defriadi Dt. Rangkayo Basa, mengatakan Program Balai Ternak diarahkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi melalui pendayagunaan zakat secara produktif.
“Program ini bukan sekadar memberikan bantuan ternak, tetapi membangun usaha yang mampu berkembang dan menghasilkan pendapatan bagi mustahik. Dengan pendampingan dan kolaborasi yang kuat, kita berharap mustahik dapat mandiri dan ke depan mampu menjadi muzaki,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Usaha Peternakan, Kurban, DAM dan Aqiqah BAZNAS RI, Ajat Sudrajat, menekankan pentingnya membangun ekosistem peternakan yang berkelanjutan.
“Kita tidak hanya menyerahkan bantuan ternak, tetapi membangun ekosistem peternakan. Karena itu diperlukan komitmen mustahik, pendampingan, dukungan pemerintah daerah, dan sinergi dengan BAZNAS Kabupaten,” jelasnya.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Padang Pariaman juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan teknis, terutama dalam kesehatan hewan, pemeliharaan, manajemen ternak dan pendampingan kelompok.
Usai FGD, tim melanjutkan kegiatan dengan asesmen kandang dan pemeriksaan sampel ternak di Lurah Parik, Nagari Koto Dalam. Asesmen dilakukan untuk memverifikasi kesiapan calon mustahik, kondisi kandang, lingkungan pemeliharaan, serta kesehatan dan kelayakan ternak.
Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan Program Balai Ternak berjalan tepat sasaran, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu berkembang menjadi usaha produktif dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi BAZNAS RI, BAZNAS Kabupaten Padang Pariaman, pemerintah daerah dan stakeholder terkait, Program Balai Ternak diharapkan menjadi model zakat produktif yang mampu mengubah bantuan menjadi usaha, usaha menjadi pendapatan, dan pendapatan menjadi kemandirian ekonomi mustahik. (Kominfo)