Kepala DLHPKPP Temui Kelompok Tani, Ajak Kemitraan Pemanfaatan Lahan 100 Hektare di V Koto Timur

Kepala DLHPKPP Temui Kelompok Tani, Ajak Kemitraan Pemanfaatan Lahan 100 Hektare di V Koto Timur

26-10-2026
Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan
37 kali dilihat
Share:
Kepala DLHPKPP Temui Kelompok Tani, Ajak Kemitraan Pemanfaatan Lahan 100 Hektare di V Koto Timur

V Koto Timur, 24 Oktober 2026 — Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Padang Pariaman, Andri Satria Masri, bersama Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Barat, Rustam Efendi, menjajaki peluang pemanfaatan lahan milik masyarakat melalui pola kemitraan bagi hasil. Upaya ini diharapkan dapat mendorong produktivitas lahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Penjajakan tersebut dilakukan saat keduanya bertemu dengan kelompok petani yang dipimpin Ungku Muslim Tk. Khatib bersama 10 orang anggota kelompok di Korong Batang Piaman, Nagari Persiapan Padang Alai Utara, Kecamatan V Koto Timur, Sabtu (24/10/2026).

Pertemuan di Korong Batang Piaman ini merupakan pertemuan kedua setelah di Korong Bukik Gadang Nagari Tandikek Kecamatan Patamuan dengan agenda yang sama (Baca selengkapnya di sini).

Dalam pertemuan itu, Ungku Muslim menyampaikan bahwa terdapat hamparan lahan milik masyarakat seluas kurang lebih 100 hektare yang hingga kini belum dapat diolah secara optimal dengan tanaman produktif. Salah satu kendala utama yang dihadapi petani adalah akses jalan menuju lokasi yang sulit dilalui.

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan petani untuk menjangkau lahan, tetapi juga menjadi hambatan dalam mengangkut hasil panen keluar dari kawasan tersebut. Akibatnya, potensi ekonomi lahan yang cukup luas itu belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Ungku Muslim berharap Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dapat membantu membuka akses jalan menuju kawasan tersebut agar masyarakat lebih mudah keluar masuk, mengolah lahan, serta membawa hasil panen untuk dipasarkan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Andri bersama Rustam menyarankan agar kelompok petani menyusun proposal usulan secara tertulis dan menyampaikannya langsung kepada Bupati Padang Pariaman, dengan didampingi Wali Nagari atau Camat setempat.

Menurut Andri, usulan tersebut perlu dilengkapi dengan informasi yang jelas mengenai lokasi dan luas lahan, kondisi akses jalan saat ini, jumlah masyarakat yang akan memperoleh manfaat, serta potensi pengembangan pertanian apabila akses jalan dapat ditingkatkan.

“Usulan ini perlu disampaikan secara resmi kepada Bupati agar kondisi di lapangan, kendala yang dihadapi masyarakat, dan manfaat yang dapat dihasilkan dari pembukaan akses jalan bisa dijelaskan secara konkret. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat mempelajari usulan tersebut sesuai kewenangan, prioritas pembangunan, dan kemampuan anggaran,” ujar Andri.

Ia menjelaskan, pembukaan akses jalan dapat menjadi salah satu prasyarat penting untuk mendorong pemanfaatan lahan secara produktif. Infrastruktur yang memadai akan memudahkan petani mengangkut sarana produksi dan hasil panen, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha pertanian yang lebih bernilai ekonomi.

Lebih lanjut, Andri menilai potensi lahan tersebut dapat dijajaki melalui pola kemitraan antara pemilik lahan, investor, dan mitra pengelola. Dalam skema yang sedang digagasnya, pemilik lahan dapat berkontribusi melalui aset tanah, sementara kebutuhan modal dan pengelolaan usaha dapat dipenuhi melalui kerja sama sesuai kesepakatan para pihak.

“Prinsipnya, lahan yang belum produktif jangan dibiarkan begitu saja apabila masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Kita perlu mencari pola kerja sama yang saling menguntungkan, dengan tetap menjaga hak kepemilikan tanah masyarakat dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” jelasnya.

Ketua DPW SPI Sumatera Barat, Rustam Efendi, turut mendorong agar potensi lahan yang dimiliki masyarakat dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Menurutnya, keterbatasan akses, modal, dan tenaga kerja perlu dicarikan solusi melalui kerja sama serta dukungan dari berbagai pihak.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi lahan dan menyampaikan kebutuhan masyarakat kepada pemerintah daerah. Melalui proposal yang disusun secara terarah dan didukung data lapangan, kelompok petani diharapkan dapat mengusulkan solusi atas kendala akses jalan sekaligus membuka peluang pemanfaatan lahan secara produktif.

Optimalisasi lahan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat serta memperkuat perekonomian nagari.

Lihat sumber berita