Bupati Padang Pariaman Dukung Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumatra Barat

Bupati Padang Pariaman Dukung Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumatra Barat

28-10-2026
Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan
34 kali dilihat
Share:
Bupati Padang Pariaman Dukung Rencana Reaktivasi Jalur Kereta Api Sumatra Barat

2x11 Kayu Tanam, 27 Oktober 2026 — Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menghadiri pencanangan rencana reaktivasi jalur kereta api di Sumatra Barat yang berlangsung di Stasiun Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Selasa (27/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, serta Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), Koentjoro.

Rencana reaktivasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan kembali jaringan perkeretaapian di Sumatra Barat untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan pelayanan transportasi publik, serta membuka peluang pengembangan angkutan barang melalui jalur kereta api.

Dalam pemaparan pada kegiatan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa jaringan perkeretaapian Sumatra Barat memiliki sejarah panjang dan menyimpan potensi untuk dikembangkan kembali, baik untuk angkutan penumpang maupun angkutan barang.

Menurut Bobby, dari sekitar 284 kilometer jaringan kereta api yang pernah tersedia di Sumatra Barat, sekitar 84 kilometer saat ini masih beroperasi, sedangkan sebagian lainnya tidak lagi digunakan secara aktif.

Ia menyampaikan bahwa rencana reaktivasi akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi jalur, kebutuhan transportasi, kesiapan infrastruktur, serta aspek teknis dan pembiayaan.

“Reaktivasi jalur kereta api ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan arahan pemerintah. Tahap awal direncanakan mencakup ruas Kayu Tanam menuju Padang Panjang, kemudian pengembangan jaringan dilanjutkan ke wilayah lain sesuai dengan kesiapan dan perencanaan yang ditetapkan,” ujar Bobby dalam pemaparannya.

Rencana pengembangan jaringan selanjutnya mencakup sejumlah wilayah di Sumatra Barat, termasuk Solok, Sawahlunto, Sijunjung, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Limbanang di Kabupaten 50 Kota. Pelaksanaan masing-masing ruas tetap memerlukan kajian teknis, penetapan prioritas, serta kepastian pembiayaan.

Tantangan Teknis dan Kesiapan Infrastruktur

Bobby menjelaskan bahwa reaktivasi jalur menuju Padang Panjang memiliki tantangan teknis tersendiri karena kondisi topografi yang berbukit dan memiliki perbedaan elevasi cukup besar.

Salah satu aspek yang perlu dikaji adalah kelandaian jalur rel. Pada bagian tertentu, gradien jalur disebut mencapai sekitar 70 per mil atau setara dengan kemiringan 7 persen.

Kondisi tersebut membutuhkan kajian teknis yang cermat untuk menentukan teknologi perkeretaapian yang sesuai, termasuk kemungkinan penggunaan sistem rel bergerigi pada bagian jalur dengan kemiringan tertentu.

“Karakteristik jalur menuju Padang Panjang berbeda dengan jalur kereta api pada umumnya. Karena itu, diperlukan kajian teknis yang mendalam agar sistem yang digunakan sesuai dengan kondisi medan dan memenuhi persyaratan keselamatan operasional,” jelasnya.

Selain kondisi jalur, kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian. Dalam pemaparan tersebut disebutkan adanya bangunan yang berada di sekitar ruang milik jalur kereta api serta sejumlah jembatan yang memerlukan evaluasi teknis.

Penanganan bangunan di sekitar jalur perlu dilakukan melalui pendataan, verifikasi status penguasaan lahan, sosialisasi, dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sementara itu, kondisi jembatan perlu diperiksa untuk memastikan kapasitas dan kelayakannya sesuai dengan kebutuhan operasional kereta api yang direncanakan.

Reaktivasi Diharapkan Memperkuat Angkutan Barang

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa pengembangan kembali jalur kereta api di Sumatra Barat memiliki potensi strategis, terutama untuk mendukung distribusi barang dan mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya.

Dalam kegiatan tersebut, Andre menyebutkan perkiraan kebutuhan investasi sekitar Rp11 triliun untuk rencana pengembangan dan reaktivasi jalur kereta api. Pembiayaan proyek direncanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Menurut Andre, pengembangan jaringan kereta api perlu diarahkan untuk mendukung efisiensi logistik, termasuk potensi pengangkutan komoditas unggulan daerah.

“Ke depan, angkutan barang seperti batu bara dan minyak kelapa sawit mentah atau CPO memiliki potensi untuk dialihkan ke kereta api. Dengan demikian, beban angkutan berat di jalan raya dapat dikurangi dan kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase besar bisa ditekan,” ujar Andre.

Ia juga menyoroti pentingnya pengembangan jalur menuju wilayah sentra produksi dan distribusi barang agar konektivitas antara kawasan produksi, jaringan kereta api, dan pelabuhan dapat semakin efisien.

Meski demikian, realisasi pengangkutan komoditas tersebut masih memerlukan perencanaan jaringan, kesiapan sarana dan prasarana, perhitungan kelayakan ekonomi, serta kepastian kerja sama dengan pihak terkait.

Pemerintah Pusat Minta Dukungan Daerah

Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa pengembangan infrastruktur transportasi merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan konektivitas dan membuka potensi ekonomi daerah.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur perlu didukung oleh koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, dan masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan perencanaan.

“Kami meminta dukungan dari seluruh jajaran Forkopimda, pemerintah kabupaten, serta masyarakat Sumatra Barat agar rencana reaktivasi ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Dony.

Dukungan pemerintah daerah diperlukan, antara lain, dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, koordinasi kewilayahan, pendataan kondisi lapangan, serta fasilitasi penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan rencana pengembangan jalur kereta api.

Bupati Padang Pariaman Siap Mendukung

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terhadap rencana pengembangan kembali jalur kereta api di Sumatra Barat.

Menurutnya, keberadaan Stasiun Kayu Tanam memiliki arti penting bagi konektivitas wilayah dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat apabila didukung dengan pengembangan layanan transportasi yang memadai.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman siap mendukung dan berkoordinasi dengan PT KAI serta pihak terkait untuk memperlancar rencana reaktivasi jalur kereta api ini. Masyarakat Padang Pariaman dan Sumatra Barat tentu berharap pengembangan jalur kereta api dapat kembali meningkatkan konektivitas dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah,” tegas John Kenedy Azis.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap rencana tersebut dapat ditindaklanjuti melalui tahapan perencanaan yang matang, dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan, tata ruang, lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

Kegiatan pencanangan di Stasiun Kayu Tanam ditandai dengan penekanan tombol sirene secara bersama-sama oleh para pejabat dan pimpinan badan usaha yang hadir.

Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan koordinasi dan tindak lanjut rencana pengembangan kembali jaringan perkeretaapian di Sumatra Barat, dengan harapan dapat meningkatkan konektivitas, mendukung distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Lihat sumber berita