Berita Daerah

Wabup Rahmat Hidayat Serahkan Bantuan Rumah Rusak Pascasiklon Senyar, 310 Unit di Padang Pariaman Diperbaiki

13-02-2026
48 kali dilihat
Share:
Image Carousel

Parit Malintang — Sebanyak 121.694 unit rumah rusak ringan dan rusak sedang di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar beberapa bulan lalu, menerima bantuan perbaikan rumah dari Pemerintah Pusat. Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencairkan dana pemulihan pascabencana sebesar Rp4,7 triliun bagi warga terdampak banjir di tiga provinsi tersebut per Februari 2026. Penyaluran bantuan dilakukan secara luring dan daring, yang dipusatkan secara virtual dari masing-masing provinsi terdampak. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengikuti kegiatan tersebut melalui Zoom Meeting di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (13/02).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana, baik dari aspek hunian, pemulihan ekonomi, fasilitas umum maupun infrastruktur.

“Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan dan mengaktifkan kembali perekonomian masyarakat, termasuk pasar tradisional, lahan pertanian, sekolah, rumah sakit serta infrastruktur lainnya,” ujarnya.

Secara nasional, total anggaran bantuan perbaikan rumah yang dialokasikan mencapai kurang lebih Rp200 miliar untuk kategori rusak sedang dan rusak ringan di tiga provinsi. Rinciannya, Provinsi Aceh menerima sekitar Rp120 miliar, Sumatera Utara sekitar Rp50 miliar, dan Sumatera Barat sekitar Rp30 miliar.

Adapun skema bantuan yang disalurkan melalui BNPB meliputi: Rusak Berat: Rp60 juta per unit (termasuk fasilitas hunian sementara/hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal), Rusak Sedang: Rp30 juta per unit, Rusak Ringan: Rp15 juta per unit.

Khusus di Kabupaten Padang Pariaman, sebanyak 310 unit rumah menerima bantuan perbaikan sesuai kategori kerusakan. Selain itu, pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran khusus infrastruktur sebesar Rp65 miliar untuk perbaikan 11 titik vital, meliputi jembatan, jalan, dan jaringan irigasi yang terdampak bencana.

Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa percepatan proses pendataan, penginputan, serta validasi data korban terdampak merupakan hasil sinergi pemerintah daerah bersama instansi terkait.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan penyerahan bantuan rumah rusak sedang dan ringan di Kabupaten Padang Pariaman. Ini merupakan hasil kerja bersama dan sinergitas kita dalam penanganan pascabencana,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya.

“Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki rumah yang rusak, sehingga dapat kembali ditempati dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui transfer perbankan guna menjamin transparansi dan akuntabilitas, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat terdampak.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati didampingi perwakilan BNPB Pusat, Ibu Adi Elfiana dan Staf Ahli BNPB Pusat Bapak Febbi, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dari Kecamatan Batang Anai, Nan Sabaris, dan 2x11 Kayu Tanam.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Padang Pariaman, Kepala OPD, Kepala Cabang BRI Padang Pariaman, para camat serta wali nagari yang mendampingi proses penyerahan bantuan