Berita Daerah

‎Talkshow Padang TV, Dekranasda Padang Pariaman Dorong Sulam Kapalo Samek Mendunia dan Sejahterakan Pengrajin ‎

27-10-2026
41 kali dilihat
Share:
Image Carousel

‎PADANG – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus mendorong pengembangan Sulam Kapalo Samek dari Pasia Baru, Kecamatan Sungai Limau, agar semakin dikenal di pasar internasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Upaya ini turut didorong melalui peran aktif Ketua Dekranasda Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, dalam mempromosikan kerajinan khas daerah tersebut ke mancanegara.

‎Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam talkshow di Padang TV yang mengangkat potensi, perjalanan, serta strategi pengembangan Sulam Kapalo Samek sebagai warisan budaya dan produk unggulan daerah, Selasa (27/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nita didampingi Kepala BPKD M. Fadhly, Kepala DPMD Nurhayati, Inspektur Hendri Satria, serta Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padang Pariaman Roza Suhendra.

‎Dalam talkshow tersebut, Ny. Nita menekankan bahwa Sulam Kapalo Samek tidak hanya perlu dilestarikan sebagai warisan budaya, tetapi juga harus dikembangkan agar mampu membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajinnya.

‎“Sulam Kapalo Samek merupakan warisan budaya yang memiliki nilai dan potensi besar untuk dikenal hingga ke mancanegara. Kita ingin kerajinan ini semakin luas pemasarannya, tetap terjaga keasliannya, dan yang paling penting, memberikan manfaat nyata bagi para pengrajin yang selama ini mempertahankan tradisi tersebut,” ujar Ny. Nita.

‎Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya promosi ke luar negeri hingga Sulam Kapalo Samek berhasil meraih penghargaan di Belgia. Menariknya, upaya memperkenalkan kerajinan khas Padang Pariaman ini dilakukan tanpa menggunakan dana APBD, melainkan melalui dukungan CSR, para perantau, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.

‎Menurut Ny. Nita, dukungan dan kolaborasi berbagai pihak menjadi penting agar promosi dapat terus berjalan di tengah keterbatasan anggaran. Dengan demikian, potensi kerajinan lokal tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

‎Keunikan pengerjaan secara handmade, ketelitian, serta proses pembuatan yang membutuhkan waktu dan keterampilan khusus menjadi nilai tambah Sulam Kapalo Samek. Upaya promosi yang dilakukan juga mulai menunjukkan hasil, salah satunya melalui capaian kontrak kerja sama senilai 22.000 dolar AS. Capaian ini diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan para pengrajin.

‎Meski memiliki potensi besar, pengembangan Sulam Kapalo Samek masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ketersediaan bahan baku, regenerasi pengrajin, hingga kemampuan memenuhi permintaan pasar. Pelestarian teknik tradisional dan pengenalan keterampilan menyulam kepada generasi muda juga diperlukan agar warisan budaya ini tetap berlanjut.

‎Dengan sekitar 200 pengrajin yang selama ini menjaga keberlangsungan Sulam Kapalo Samek, dukungan berkelanjutan menjadi sangat penting. Pemerintah daerah bersama Dekranasda mendorong peningkatan kualitas produk, inovasi, dan perluasan pemasaran tanpa meninggalkan ciri khas tradisionalnya.

‎Melalui promosi berkelanjutan dan kolaborasi pemerintah, pengrajin, dunia usaha, perantau, serta masyarakat, Sulam Kapalo Samek diharapkan semakin dikenal di tingkat dunia. Lebih dari sekadar kerajinan, Sulam Kapalo Samek merupakan identitas budaya Padang Pariaman yang menyimpan nilai tradisi sekaligus peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎ (DiskominfoPadangPariaman)