Berita Daerah

‎Sulam Kapalo Samek Padang Pariaman Menembus Wereld Museum Rotterdam

08-10-2026
22 kali dilihat
Share:
Image Carousel

‎ROTTERDAM — Sulam Kapalo Samek, salah satu warisan seni sulam tradisional dari Padang Pariaman, mendapat ruang untuk diperkenalkan di kancah internasional. Karya budaya yang diwariskan secara turun-temurun tersebut diserahkan kepada Wereld Museum Rotterdam, Belanda, sebagai bagian dari upaya memperluas pengenalan khazanah budaya Ranah Minang kepada masyarakat dunia.

‎Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, menyerahkan Sulam Kapalo Samek kepada perwakilan Wereld Museum Rotterdam, Marjolein Van Asdonck, pada 7 Oktober 2026. Penyerahan berlangsung di Wereld Museum Rotterdam yang beralamat di Willemskade 25, Rotterdam.

‎Keberadaan Sulam Kapalo Samek di museum tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan karya perajin Padang Pariaman yang memiliki nilai seni, ketekunan, serta tradisi yang diwariskan antargenerasi.

‎Bagi Padang Pariaman, Sulam Kapalo Samek bukan sekadar produk kerajinan. Di balik setiap pola dan tusuk sulam, terdapat keterampilan dan pengetahuan budaya yang selama ini dijaga oleh para perajin dari generasi ke generasi.

‎Marjolein Van Asdonck menyampaikan bahwa Sulam Kapalo Samek yang telah diterima selanjutnya akan melalui sejumlah tahapan kurasi oleh pihak yang berkompeten di Wereld Museum Rotterdam.

‎Proses tersebut menjadi bagian dari tahapan museum dalam menilai dan mempersiapkan benda budaya sebelum nantinya dapat ditempatkan dalam koleksi maupun tata pamer yang sesuai.

‎Wereld Museum Rotterdam sendiri dikenal sebagai museum etnografi yang menyimpan beragam artefak budaya dari berbagai penjuru dunia. Koleksinya mencakup kekayaan budaya dari Asia, Afrika, Oseania hingga Amerika, serta menghadirkan berbagai pameran, lokakarya budaya dan dialog lintas bangsa.

‎Dengan diterimanya Sulam Kapalo Samek di Wereld Museum Rotterdam, karya para perajin Padang Pariaman kini memiliki kesempatan untuk dikenal lebih luas di ruang kebudayaan internasional. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi langkah untuk menjaga agar warisan budaya lokal tetap hidup, dihargai, dan terus dikenali oleh generasi mendatang. (Diskominfo)