Berita Daerah

Salendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah Masuk Nominasi Kriya Potensial Kriyanusa 2026

27-09-2026
64 kali dilihat
Share:
Image Carousel

JAKARTA — Karya kriya unggulan Kabupaten Padang Pariaman kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Salendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah masuk dalam nominasi Kriya Potensial pada ajang Pameran Kriyanusa 2026 yang berlangsung di Gedung JCC Hall A, Jakarta Pusat.

Masuknya dua karya kriya tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Padang Pariaman, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi produk kerajinan daerah untuk dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Dalam proses penilaian, Selendang Kapalo Samek dan Kampia Siriah mendapat penilaian khusus dari Tim Penilai Kriya Potensial, di antaranya Didit Maulana dan Dewi Assa’at bersama tim.

Ketua Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, menyampaikan rasa bangga karena untuk pertama kalinya karya perajin UMKM Padang Pariaman dapat diperkenalkan secara langsung pada ajang Kriyanusa.

“Dengan bangga kami mempersembahkan karya para pengrajin UMKM Kabupaten Padang Pariaman. Untuk pertama kalinya, Sulaman Kapalo Samek kami promosikan dan perkenalkan. Semoga dapat menambah kekayaan kriya budaya Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan Padang Pariaman dalam Kriyanusa bukan sekadar kesempatan untuk memamerkan produk, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus membuka peluang bagi para perajin untuk berkembang.

“Melestarikan budaya, membuka peluang, menciptakan masa depan,” menjadi semangat yang dibawa dalam memperkenalkan karya kriya Padang Pariaman di tingkat nasional.

Kriyanusa 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai karya kriya unggulan dari daerah. Kehadiran TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman membawa beragam potensi kerajinan, kreativitas, serta produk UMKM yang merepresentasikan kekayaan budaya daerah.

Salendang Kapalo Samek, dengan kekhasan sulaman tradisionalnya, serta Kampia Siriah sebagai bagian dari kekayaan kriya Padang Pariaman tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan nilai budaya dan keterampilan yang diwariskan antargenerasi.

Masuknya kedua karya tersebut dalam nominasi Kriya Potensial diharapkan dapat menjadi momentum untuk semakin mengenalkan produk perajin Padang Pariaman, memperluas pasar, sekaligus mendorong generasi muda untuk ikut menjaga dan mengembangkan warisan kriya daerah.

“Setiap karya bukan hanya produk, tetapi juga hasil kreativitas, ketekunan, dan upaya melestarikan warisan budaya,” demikian semangat yang terus digaungkan dalam mendukung para perajin lokal.

Melalui Kriyanusa 2026, Padang Pariaman tidak hanya membawa produk, tetapi juga membawa cerita tentang budaya, kreativitas, dan kerja keras para perajin untuk dikenal lebih luas di Indonesia. (Kominfo)