Berita Daerah

Pada Rapat Koordinasi Pordasi, JKA berharap Kepengurusan Baru yang Solid dan Pastikan Pacu Kuda Digelar Setiap Tahun

17-06-2026
21 kali dilihat
Share:
Image Carousel


Parit Malintang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi olahraga berkuda sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi pacu kuda sebagai agenda tahunan daerah. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Padang Pariaman yang dipimpin langsung Bupati Padang Pariaman di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Rabu (17/6).

Rapat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua KONI Kabupaten Padang Pariaman Asmadi, S.IP., Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Fadhly, S.AP., M.M., Ketua Pordasi Provinsi Sumatera Barat Folorosi, jajaran Pordasi Kabupaten Padang Pariaman, serta tokoh dan pemilik kuda pacu, Azral Mardin.

Salah satu agenda utama rapat adalah pembahasan berakhirnya masa bakti kepengurusan Pordasi Kabupaten Padang Pariaman periode 2022–2026. Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, kepengurusan baru akan segera dibentuk melalui mekanisme musyawarah dan pemilihan pengurus.

Bupati Padang Pariaman menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan baru harus melahirkan organisasi yang solid, profesional, dan mampu membawa olahraga berkuda daerah semakin maju dan berprestasi.

“Kita ingin Pordasi Padang Pariaman memiliki kepengurusan yang kuat, kompak, dan mampu bekerja bersama membesarkan olahraga berkuda. Pengurus baru harus menjadi motor penggerak pembinaan atlet, peningkatan prestasi, serta pengembangan pacu kuda sebagai kebanggaan daerah,” tegas Bupati.

Selain pembentukan kepengurusan baru, rapat juga memfokuskan pembahasan pada pelaksanaan event pacu kuda yang selama ini telah menjadi ikon olahraga, budaya, dan pariwisata Kabupaten Padang Pariaman.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berkomitmen menjadikan pacu kuda sebagai agenda rutin tahunan yang harus terus dilaksanakan.

“Pacu kuda merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat Padang Pariaman. Karena itu, saya menegaskan bahwa setiap tahun harus ada event pacu kuda di Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan ini bukan hanya pembinaan olahraga, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya, mempererat silaturahmi, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM,” ujar Bupati.

Ia berharap kepengurusan Pordasi yang baru nantinya mampu membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, KONI, Pordasi Provinsi Sumatera Barat, komunitas olahraga berkuda, para pemilik kuda, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, kolaborasi dan kebersamaan seluruh pihak menjadi kunci agar olahraga berkuda di Padang Pariaman semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat regional maupun nasional.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan olahraga berkuda sebagai salah satu cabang olahraga unggulan daerah. Dengan kepengurusan yang solid dan penyelenggaraan pacu kuda yang konsisten setiap tahun, Padang Pariaman diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi pacu kuda yang kuat di Sumatera Barat.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam membangun Pordasi yang lebih kuat dan profesional, sekaligus memastikan event pacu kuda tahunan terus terlaksana dengan kualitas yang semakin baik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta pembangunan daerah.