PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyebut proses normalisasi Sungai Batang Anai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, terus berjalan dan kini telah mencapai progres sekitar 30 persen.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V itu merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang meminta pemerintah segera melakukan normalisasi sungai pasca-bencana banjir bandang (galodo) yang menghancurkan Jembatan Anduriang pada November 2025 lalu.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, mengatakan normalisasi sungai telah berlangsung sejak 15 Mei 2026 dan ditargetkan terus dipercepat dengan penambahan alat berat.
“Kondisinya saat ini normalisasi sudah berjalan hampir satu bulan dengan progres sekitar 30 persen. Memang pekerjaan ini cukup panjang. Setelah normalisasi selesai, kami akan melakukan perbaikan pada jembatan yang ada untuk dijadikan sebagai jembatan darurat,” kata El Abdes Marsyam.
Menurutnya, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan alur Sungai Batang Anai ke posisi semula di tengah sungai sesuai aspirasi masyarakat Nagari Anduriang. Sebelumnya, alur sungai bergeser ke arah lokasi yang direncanakan sebagai titik pembangunan akses sementara.
Ia menjelaskan, Pemkab Padang Pariaman telah menyurati BWS Sumatera V dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Respons cepat kemudian diberikan melalui pelaksanaan normalisasi yang saat ini tengah berlangsung.
“Permintaan masyarakat adalah agar posisi sungai dikembalikan terlebih dahulu ke tengah seperti semula. Setelah itu baru dilakukan pembangunan akses dan penanganan jembatan,” ujarnya.