Berita Daerah

Nama Baru, Semangat Baru: RSUD Muslim Kasim Siap Naik Kelas

21-09-2026
19 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN — Nama RSUD Parit Malintang resmi berganti menjadi RSUD Muslim Kasim. Perubahan nama tersebut ditandai dengan peresmian yang dilakukan Bupati Padang Pariaman Dr. H. John Kenedy Azis, S.H., M.H. bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, S.E., M.M., Senin (21/9/2026), di kompleks RSUD Muslim Kasim di Parik Malintang.

Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, bukan hanya karena perubahan identitas sebuah rumah sakit, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada salah seorang putra terbaik daerah, Almarhum Muslim Kasim, yang dinilai memiliki jasa besar dalam pembangunan Kabupaten Padang Pariaman, khususnya dalam penguatan pelayanan kesehatan masyarakat.

Prosesi peresmian turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman periode 2021–2024, Suhatri Bur dan Rahmang, pimpinan dan anggota DPRD Padang Pariaman, keluarga besar Almarhum Muslim Kasim, Ketua LKAAM, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, para camat, wali nagari, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dan civitas RSUD Muslim Kasim.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan, perubahan nama RSUD tersebut bukan sekadar seremoni pergantian nama sebuah rumah sakit.


“Hari ini bukan sekadar seremoni pergantian nama sebuah rumah sakit. Hari ini adalah momentum bersejarah untuk mengenang, menghargai dan mengabadikan jasa seorang putra terbaik Padang Pariaman, Bapak Muslim Kasim, yang telah memberikan dedikasi luar biasa terhadap pembangunan daerah Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Bupati.

 

Menurutnya, Muslim Kasim merupakan sosok pemimpin yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan daerah dan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, penyematan nama Muslim Kasim pada rumah sakit tersebut diharapkan menjadi simbol penghormatan sekaligus sumber inspirasi bagi seluruh jajaran rumah sakit.

Bupati menjelaskan, rumah sakit tersebut sejak awal dibangun sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, lebih dekat dan lebih berkualitas bagi masyarakat Padang Pariaman.

Karena itu, menurutnya, perubahan nama menjadi RSUD Muslim Kasim tidak boleh dimaknai sebatas perubahan identitas.


“Pemberian nama RSUD Muslim Kasim bukan sekadar pergantian identitas, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa, pemikiran serta pengabdian beliau kepada daerah yang kita cintai ini,” katanya.

 

Bupati menegaskan, nama besar Muslim Kasim yang kini melekat pada rumah sakit tersebut harus menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, humanis, cepat, aman dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Ia meminta seluruh tenaga kesehatan, tenaga penunjang dan civitas RSUD Muslim Kasim menjadikan momentum perubahan nama tersebut sebagai awal dari semangat baru untuk melakukan inovasi, meningkatkan kompetensi, memperkuat tata kelola serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Dorong Rekrutmen Dokter Profesional

Tidak hanya berbicara mengenai nama dan identitas, Bupati John Kenedy Azis juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman untuk memperkuat sumber daya manusia di RSUD Muslim Kasim.

Ia meminta Dinas Kesehatan bersama Direktur RSUD Muslim Kasim melakukan langkah konkret untuk mendatangkan dan merekrut dokter-dokter profesional sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit.


“Kami bersama Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur rumah sakit akan berupaya merekrut dokter-dokter profesional di sini, sehingga rumah sakit ini bisa sejajar dengan rumah sakit-rumah sakit lainnya di Provinsi Sumatera Barat,” tegasnya.

 

Menurut Bupati, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan penguatan sarana prasarana dan tata kelola. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit dapat terus dibangun dan dipertahankan.

“Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar rumah sakit. Karena itu, mari kita jaga bersama kepercayaan tersebut dengan pelayanan yang ramah, santun dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Tak Boleh Ada Masyarakat Ditolak Berobat

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terhadap akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu.

Ia menyampaikan, hingga saat ini tidak ada rumah sakit maupun Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman yang menolak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena persoalan kepesertaan BPJS yang tidak aktif atau keterbatasan kemampuan membayar.

“Alhamdulillah, tidak ada satu pun rumah sakit ataupun Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman yang menolak masyarakat untuk berobat karena BPJS-nya tidak aktif atau karena tidak mampu membayar,” ungkapnya.

Menurut Bupati, masyarakat miskin maupun masyarakat yang kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif tetap mendapatkan perhatian dan bantuan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Terkait Universal Health Coverage (UHC), Bupati mengakui Kabupaten Padang Pariaman masih terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan kepesertaan masyarakat.

Ia menyebutkan, meskipun kemampuan APBD daerah terbatas untuk memberikan kontribusi pembiayaan UHC seperti sejumlah kabupaten/kota lainnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengembangkan pola kolaborasi dengan melibatkan masyarakat Padang Pariaman yang berada di ranah maupun rantau.

“Alhamdulillah, dalam satu tahun terakhir perkembangannya cukup baik. Kita memang belum bisa seperti kabupaten/kota lainnya memberikan kontribusi melalui APBD terhadap UHC, tetapi kita melibatkan masyarakat, baik yang di ranah maupun di rantau, untuk membantu masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman,” jelasnya.

Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan perkembangan positif. Jika sebelumnya Padang Pariaman berada di posisi terbawah dalam cakupan tersebut, kini telah berada di urutan ketiga di Sumatera Barat.

Nama Berganti, Pengabdian Harus Semakin Kuat

Sementara itu, Direktur RSUD Muslim Kasim, dr. Efriyeni, M.Kes., dalam laporannya menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut mulai aktif memberikan pelayanan pada 23 Mei 2009 dan terus mengalami berbagai tahapan pengembangan pelayanan kesehatan.

Perubahan nama menjadi RSUD Muslim Kasim, menurutnya, bukan hanya pergantian identitas, tetapi merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Almarhum Muslim Kasim yang pernah memimpin Kabupaten Padang Pariaman dan memiliki bagian penting dalam sejarah berdiri serta berkembangnya rumah sakit tersebut.

Direktur juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis atas gagasan perubahan nama rumah sakit.

Dengan nama baru tersebut, RSUD Muslim Kasim berkomitmen membangun semangat baru melalui visi “Terwujudnya RSUD Muslim Kasim dengan Pelayanan Prima.”

Visi tersebut diwujudkan melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, perlindungan kesehatan masyarakat serta penyelenggaraan pelayanan yang efektif, efisien dan berkeadilan.

Seluruh jajaran rumah sakit juga berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu dan keselamatan pasien, kualitas pelayanan, kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola, kenyamanan pasien serta kepuasan masyarakat.


“Nama berubah, tetapi semangat pengabdian harus semakin kuat. Pelayanan harus semakin prima dan amanah kepada masyarakat harus semakin besar,” ujar Direktur.

 

Keluarga: Di Balik Nama Ada Amanah Besar

Perwakilan keluarga Almarhum Muslim Kasim Hari Husnan Kurniawan, SE. Ak, Magister Commers (Putra Pertama) menyampaikan rasa bangga dan syukur atas penetapan nama tersebut.

Menurut keluarga, nama Muslim Kasim bukan hanya nama seorang mantan pemimpin daerah, tetapi juga nama seorang ayah dan kakek yang meninggalkan kenangan bagi orang-orang yang pernah mengenalnya.

“Tentu kami merasa bangga dan bersyukur. Di balik nama itu terdapat sebuah amanah yang besar,” ungkap perwakilan keluarga.

Keluarga juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati Padang Pariaman beserta jajaran pemerintah daerah serta seluruh masyarakat atas perhatian, dukungan dan perjuangan dalam mewujudkan perubahan nama tersebut.

Bagi keluarga, penyematan nama Muslim Kasim pada rumah sakit merupakan sebuah penghormatan yang luar biasa sekaligus amanah untuk terus menjaga nilai-nilai pengabdian yang pernah ditanamkan.

Peresmian RSUD Muslim Kasim akhirnya bukan sekadar menandai bergantinya nama sebuah fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah nama besar harus diikuti dengan karya besar.

Nama Muslim Kasim kini menjadi bagian dari identitas rumah sakit. Dan identitas itu diharapkan terus hidup melalui pelayanan yang tulus, profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien—sehingga RSUD Muslim Kasim tidak hanya dikenal karena namanya, tetapi juga karena kualitas pelayanan dan pengabdiannya kepada masyarakat Padang Pariaman. (Kominfo)