Berita Daerah

‎Menjadi Orang Tua Asuh Salah Satu Cara Penting Cegah Stunting ‎

12-06-2026
31 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PARIT MALINTANG – Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran nyata dalam percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Menurutnya, upaya melahirkan generasi unggul tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, tetapi membutuhkan gotong royong semua pihak.

‎Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Pertemuan GENTING Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026 di Parit Malintang, Jumat (12/6/2026). 

‎Rahmat menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi berkaitan erat dengan perkembangan otak, kecerdasan, dan produktivitas generasi masa depan. Karena dampaknya bersifat permanen, pencegahan harus dilakukan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

‎“Menjadi Orang Tua Asuh bukan hanya memberi bantuan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar besar menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

‎Menurut Rahmat, kekuatan program GENTING terletak pada keterlibatan berbagai pihak sebagai Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, perguruan tinggi, media, hingga masyarakat umum dapat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

‎Ia pun mengimbau seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Padang Pariaman untuk bergerak bersama menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan kolektif daerah.

‎“Saya mengajak seluruh lintas sektor untuk ikut bergotong royong menjadi Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting. Dengan kebersamaan, kita dapat mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Padang Pariaman, Azwarman, dalam laporannya menjelaskan bahwa program GENTING merupakan salah satu program prioritas Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang mengedepankan semangat gotong royong dalam pencegahan stunting.

‎Ia menerangkan, bantuan yang diberikan Orang Tua Asuh tidak hanya berupa pemenuhan nutrisi, tetapi juga dukungan non-nutrisi seperti penyediaan air bersih dan sanitasi, edukasi pengasuhan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.

‎“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar upaya percepatan penurunan stunting berjalan optimal dan berkelanjutan,” ungkapnya.

‎Azwarman menambahkan, pelaksanaan GENTING merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Melalui gerakan ini, semakin banyak keluarga berisiko stunting diharapkan memperoleh pendampingan dan bantuan.

‎Pertemuan GENTING Tahun 2026 diikuti 111 peserta dari unsur pemerintah daerah, TP PKK, GOW, DWP, BAZNAS, dunia usaha, puskesmas, penyuluh KB, Forum Wali Nagari, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kegiatan juga menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Sumatera Barat.

‎Rahmat optimistis, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya Padang Pariaman Zero Stunting.

‎“Setiap anak berhak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Mari bersama menjadi Orang Tua Asuh demi masa depan Padang Pariaman yang lebih baik,” tutupnya. (Diskominfo)