Berita Daerah

Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Titik Bencana di Padang Pariaman, Fokuskan Pendataan Infrastruktur Rusak

29-11-2025
114 kali dilihat
Share:
Image Carousel

Padang Pariaman — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, M. Qodari, meninjau sejumlah titik bencana banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, salah satunya lokasi putusnya Jembatan Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, pada Sabtu (29/11/2025).

Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Danrem 032 Wirabraja, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar, Forkopimda Padang Pariaman, Sekda Padang Pariaman, serta kepala OPD terkait.

Dalam peninjauannya, M. Qodari menegaskan pentingnya percepatan pendataan seluruh infrastruktur terdampak, terutama jalan dan jembatan yang rusak parah akibat bencana.

“Semua data infrastruktur—jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya—harus segera diselesaikan pendataannya untuk kemudian diteruskan kepada Pemerintah Pusat. Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait,” ujar Qodari.

Qodari menjelaskan, rencana awal kunjungan adalah menuju posko utama pengungsian di Kampung Galapuang. Namun karena situasi lapangan yang mendesak, fokus dialihkan ke titik-titik kerusakan infrastruktur berat seperti jembatan dan akses jalan yang terputus.

“Meski begitu, kami tetap menginstruksikan tim untuk menuju Posko Galapuang guna menyampaikan bantuan dari Presiden,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kepala Staf Kepresidenan tersebut. 

Dirinya menjelaskan kondisi terkini kerusakan infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, rumah warga, hingga lahan pertanian, serta jumlah korban terdampak dan pengungsi.

Ia juga memaparkan langkah-langkah penanganan darurat yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama TNI–Polri dan BPBD.

“Upaya penanganan darurat terus kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama mereka yang mengungsi dan terisolasi akibat akses yang terputus,” ungkap Bupati.

Data Sementara Dampak Bencana 22–28 November 2025

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman merilis data sementara dampak banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda sejak 22 hingga 28 November 2025. Pemerintah Daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari, yaitu 23 November hingga 6 Desember 2025.

 

BPBD mendata Wilayah Terdampak 17 kecamatan, 88 nagari. Dampak Terhadap Warga seperti Rumah terendam/terdampak: 3.963 unit (±14.400 jiwa), Pengungsi: 2.968 jiwa, Korban Meninggal dunia: 7 orang (tertimbun longsor) Dan Hilang: 2 orang, Mayat hanyut dari daerah lain: 20 orang ditemukan di Batang Anai. Kemudian Rumah rusak: 57 unit, Rumah hanyut: 34 unit Dengan taksiran Kerugian materi sementara: ± Rp 284,1 miliar

BPBD juga merilis Sebaran Daerah Rawan Banjir: 15 kecamatan, 55 nagari (ketinggian air 50–250 cm), Longsor: 15 kecamatan, 43 nagari (56 titik longsor) dan Angin kencang/pohon tumbang: 15 kecamatan, 26 nagari (26 titik). 

Dari sisi Kerusakan Infrastruktur terdapat 16 ruas jalan rusak, 19 jembatan rusak (termasuk Jembatan Koto Buruak dan Jembatan Batang Sariak), Sarana pendidikan: 4 unit rusak, 2 sekolah terdampak longsor, Fasilitas ibadah: 6 unit terendam, 1 hanyut, 2 rusak, lahan Pertanian: 341 ha sawah & 106,25 ha ladang/kebun terendam, seta Irigasi rusak: 24 unit (Kominfo)