Berita Daerah

Dinkes Padang Pariaman Jelaskan Isu Penelantaran Lansia di Tarok, Awaludin Tetap Dirawat Keluarga

13-03-2026
225 kali dilihat
Share:
Image Carousel

PADANG PARIAMAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman melalui Puskesmas Sicincin bersama Camat 2x11 Kayutanam dan jajaran, serta Dinas Sosial Kabupaten Padang Pariaman melakukan kunjungan langsung kepada seorang warga lanjut usia bernama Awaludin (60). Kunjungan tersebut dilakukan menyusul beredarnya informasi yang menyebutkan dirinya ditelantarkan oleh keluarga.

Awaludin diketahui tinggal di Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam.

Kunjungan ini dilakukan oleh tim medis untuk memastikan kondisi kesehatan Awaludin sekaligus menelusuri kebenaran informasi yang sempat viral di tengah masyarakat, Pada Kamis, 12/3/26

Dari hasil pemeriksaan tim medis, diketahui bahwa Awaludin mengalami stroke ringan, namun masih mampu melakukan aktivitas dasar secara mandiri seperti berjalan, mandi, makan, dan aktivitas ringan lainnya. Saat dilakukan pemeriksaan, tekanan darahnya tercatat cukup tinggi yakni 170/110 mmHg. Tim medis kemudian memberikan terapi obat Captopril 12,5 mg untuk membantu menurunkan tekanan darahnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, tim juga melakukan penelusuran terhadap kondisi sosial keluarga Awaludin. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, diketahui bahwa Awaludin tidak ditelantarkan sebagaimana informasi yang beredar.

Anak laki-lakinya, Angga, diketahui masih merawat dan memperhatikan kondisi sang ayah. Bahkan Awaludin juga telah menerima bantuan berupa kasur dan sembako yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Padang Pariaman.

Pihak keluarga juga membantah keras kabar yang menyebutkan Awaludin ditelantarkan. Menurut keterangan anaknya, informasi tersebut muncul akibat kesalahpahaman dalam internal keluarga.

Disebutkan bahwa ada pihak keluarga yang melaporkan kondisi tersebut kepada wartawan dan menyampaikan informasi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan. Persoalan tersebut diduga berkaitan dengan konflik keluarga terkait pembagian uang penggantian lahan proyek jalan tol beberapa tahun lalu.

Diketahui Awaludin merupakan salah satu pihak yang tercatat sebagai penerima penggantian lahan proyek tol sekitar dua hingga tiga tahun lalu. Namun dalam prosesnya, yang bersangkutan tidak menerima uang penggantian tersebut karena adanya persoalan internal keluarga.

Terkait kondisi tempat tinggal Awaludin yang saat ini berada di bangunan gudang, hal tersebut juga disebabkan adanya keberatan dari kemenakannya jika Awaludin dipindahkan ke rumah utama. Untuk sementara waktu, ia diizinkan tinggal di tempat tersebut.

Dari sisi bantuan sosial, Awaludin juga belum tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Berdasarkan Data Kesejahteraan Sosial, Awaludin saat ini berada pada kelompok Desil 6–10.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kondisi yang bersangkutan. Dinas Sosial Kabupaten Padang Pariaman dijadwalkan akan kembali menemui Awaludin pada Jumat mendatang untuk melakukan asesmen lanjutan.

 

Selain itu, pemerintah nagari juga diminta untuk membuat surat atensi kepada Dinas Sosial guna mengusulkan perubahan data kesejahteraan sosial, termasuk kemungkinan penyesuaian desil serta penerbitan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), agar yang bersangkutan dapat memperoleh bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.

 

Untuk memastikan kondisi kesehatan Awaludin tetap terpantau, bidan desa juga akan melakukan kunjungan rumah secara berkala guna memonitor tekanan darah serta perkembangan kondisi kesehatannya.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan bahwa isu penelantaran yang sempat beredar tidak sepenuhnya benar. Saat ini Awaludin tetap berada dalam pengawasan keluarga serta mendapat perhatian dari pemerintah daerah melalui layanan kesehatan dan bantuan sosial (Kominfo)