Berita Daerah

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis Masuk Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

01-01-2026
64 kali dilihat
Share:
Image Carousel

JAKARTA, 1/1/2026 — Bupati Padang Pariaman, Sumatra Barat, John Kenedy Azis, terpilih sebagai salah satu nominasi Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Tahun 2026. Ia menjadi satu dari sepuluh kepala daerah yang lolos ke babak presentasi, tahap akhir penilaian penghargaan tersebut.

Pengumuman nominasi dilakukan PWI Pusat bertepatan dengan perayaan malam Tahun Baru 2026. Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan sepuluh bupati dan wali kota tersebut terpilih setelah Dewan Juri melakukan penilaian mendalam terhadap proposal yang diajukan.

“Berkas proposal yang dinilai sangat komprehensif, mulai dari video, dokumen pokok pemajuan kebudayaan daerah, peraturan daerah, tautan pemberitaan, hingga dokumentasi foto. Totalnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan halaman,” ujar Yusuf di Jakarta, Rabu (1/1/2026).

Menurut Yusuf, untuk memastikan kebenaran dan dampak nyata dari program kebudayaan yang diajukan, para kepala daerah diundang melakukan presentasi langsung di PWI Pusat. Presentasi dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Januari 2026.

Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 terdiri atas lima tokoh dari kalangan pers dan seni budaya, yakni Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, Sudjiwo Tejo, Akhmad Munir, dan Yusuf Susilo Hartono.

Adapun sepuluh kepala daerah yang lolos nominasi terdiri atas tiga wali kota dan tujuh bupati. Tiga wali kota tersebut adalah Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda Andi Harun, dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskan. Sementara tujuh bupati meliputi Bupati Lampung Utara Harmartoni Ahadis, Bupati Temanggung Agus Setiawan, Bupati Manggarai Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, Bupati Manokwari Hermus Indou, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.

Yusuf menjelaskan, pada hari pertama rangkaian presentasi akan diawali dengan silaturahmi para kepala daerah bersama pengurus PWI Pusat dan tokoh pers, dilanjutkan pengundian nomor urut presentasi. Presentasi dilakukan pada hari kedua berdasarkan nomor urut tersebut.

“Penilaian meliputi penguasaan materi, gaya dan teknik presentasi, serta kelengkapan sarana pendukung. Kepala daerah boleh membawa rombongan, namun tidak diperkenankan membantu presentasi,” kata Yusuf.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengangkat tema Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers. Dewan juri, kata Yusuf, menaruh perhatian pada aspek inovasi program kebudayaan serta dampaknya bagi masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat telah diselenggarakan sejak Hari Pers Nasional 2016 di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sejumlah kepala daerah penerima penghargaan pada tahun-tahun sebelumnya antara lain Dedi Mulyadi, Abdullah Azwar Anas, dan Eri Cahyadi.

Pada tahun ke-10 penyelenggaraannya, PWI Pusat juga menambahkan kategori rintisan “Wartawan dan Komunitas” untuk mengapresiasi kiprah jurnalis dan komunitas seni budaya yang berkontribusi secara berkelanjutan. Puncak penganugerahan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 akan dilaksanakan pada peringatan Hari Pers Nasional di Banten, 9 Februari 2026. (Diskominfo)