Padang Pariaman (10/6/2026),- Pasca-robohnya Jembatan Anduriang akibat bencana hidrometeorologi dan banjir bandang, ribuan warga terpaksa menggunakan rakit sederhana yang terbuat dari tong oli bekas untuk menyeberangi Sungai Batang Anai.
Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat karena tidak memenuhi standar keamanan transportasi penyeberangan.
Karena itu, setelah normalisasi selesai, pemerintah daerah akan segera menyiapkan akses darurat bagi masyarakat agar penggunaan rakit dapat dihentikan.
“Pada prinsipnya, Bapak Bupati meminta agar rakit ini tidak ada lagi. Karena secara keselamatan sangat berisiko, baik bagi petugas maupun masyarakat yang menggunakannya. Jangan sampai kembali terjadi insiden warga hanyut saat melintas,” tegas El Abdes.
Robohnya Jembatan Anduriang tidak hanya memutus akses transportasi antarwilayah, tetapi juga berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan warga di kawasan tersebut. (Kominfo)