Suhatri Bur: LKAAM Memiliki Peran Penting Dalam Percepatan Pembangunan Padang Pariaman.

Suhatri Bur: LKAAM Memiliki Peran Penting Dalam Percepatan Pembangunan Padang Pariaman.

Parik Malintang,- Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, SE.MM. membuka Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Padang Pariaman, pada Rabu (24/11) bertempat di Hall IKK (Ibu Kota Kabupaten) Nagari Parik Malintang Kecamatan Anam Lingkuang.

Musyawarah LKAAM ini, dihadiri oleh Ketua LKAAM Provinsi Sumatra Barat Dr. Drs. M. Sayuti, MPd. Dt. Rajo Pangulu, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Jasma Juni Dt. Garang, Sekretaris LKAAM Provinsi Sumatera Barat Amril Amir Dt. Lelo Basa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Anwar, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Erman, S.Sos, seluruh Niniak Mamak dan Bundo Kanduang se Kabupaten Padang Pariaman yang terbagi atas enam kelarasan. Yakni, kelarasan Lubuk Alung, XII Koto, Nan Nabaris, V Koto, 2×11 Enam Lingkung, dan VII Koto.

Dalam sambutannya, Bupati Padang Pariaman mengatakan selaku Pucuak Undang mengatakan. Ucapan terima kasih kepada niniak mamak dan pengurus LKAAM yang telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pelaksanaan Musda ini. Komunikasi yang dibangun untuk terlaksananya Musyawarah Daerah ini tidak hanya sekali saja, tetapi dengan berbagai upaya. Berbicara tentang LKAAM yang merupakan suatu organisasi yang mewadahi seluruh anggota dan pengurus LKAAM yang hanya ada di Sumatera Barat. Dimana merupakan tempat berhimpun dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang adat dengan filosofi Adat basandi Syara’dan Syara’basandi kitabullah, yang dipegang oleh niniak mamak untuk mengevaluasi diri, anak keponakan, urang kampuang dan nagari.

“Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman sangat merasakan manfaat dan fungsi dari LKAAM, dalam rangka percepatan pembangunan. Seperti dalam penyelesaian persoalan tanah, yang terkadang dapat menghambat program pemerintah dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Padang Pariaman. Ninik mamak memiliki peran yang tinggi, terutama dalam pengambilan keputusan serta membantu dalam menjalankan roda pemerintahan,” ungkapnya.

Bupati juga menambahkan, terkait dengan pemilihan Ketua LKAAM Padang Pariaman, semoga nantinya mendapatkan Ketua yang memenuhi syarat dan dapat mengakomodir 6 kelasarasan, Ketua KAN Kecamatan. Sehingga nantinya, LKAAM Padang Pariaman menjadi satu kesatuan yang merupakan wadah berhimpunnya para niniak mamak yang ada di 17 Kecamatan.

Ketua LKAAM Provinsi Sumatra Barat Dr. Drs. M. Sayuti, MPd. Datuak Rajo Pangulu, dalam sambutannya mengatakan. Musda LKAAM Padang Pariaman merupakan musyawarah tertinggi dalam rangka pemilihan Ketua dan perumusan keputusan tertinggi.

“Agenda Musda meliputi fungsi kepengurusan lima tahun kedepan, laporan kegiatan pengurus yang lalu, dan laporan program kerja 5 tahun ke depan. Dimana orang yang berhak memilih yakninya, yang memiliki kartu anggota aktif. Ketua LKAAM yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria yang telah ditentukan, terutama mempedomani aturan yang berlaku,” terangnya.

Plt. Ketua LKAAM Kabupaten Padang Pariaman Abdul Kadir Jailani, SE.MM Datuak Bandaro Panjang dalam sambutannya mengatakan. Bupati selaku Pucuak Undang telah memilih 6 orang untuk melaksanakan tugas LKAAM Padang Pariaman. Dimana sudah berjalan 2 tahun dalam kondisi tidak ada ujung pangkalnya.

“Dalam melaksanakan tugas harian ini, kami diamanahkan segera melaksanakan Musda. Yang bertujuan untuk menunjuk kepengurusan LKAAM Padang Pariaman serta untuk mencari bibit LKAAM yang akan datang. Mudah-mudahan dengan pertemuan hari ini, bisa menghasilkan pengurus yang defenitif. Sehingga dapat melembagakan adat, baik dari tingkat Kabupaten hingga tingkat Nagari,” tutupnya.

Senada dengan itu, Zainir Koto, ST. Datuak Rangkayo Mulie selaku Ketua Pelaksana dalam laporannya mengatakan. Semenjak terbitnya SK Panitia, dan juga mendapat arahan dari pucuak undang untuk membuat langkah pembentukan Musda LKAAM Padang Pariaman. Setelah mendapat arahan dari Pucuk Undang pada 18 September lalu, dimana ditugaskan untuk mengadakan rapat dengan mengundang kelasarasan yang ada di Kabupaten Padang Pariaman dan terbentuklah panitia kepengurusan Musda Kabupaten Padang Pariaman berjumlah 70 orang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Musda ini, juga berkat petunjuk dari pucuk undang dan bekerjasama dengan beberapa Dinas/instansi di Kabupaten Padang Pariaman, maka terselenggaralah Musda pada hari ini,” ujar Zainir Dt. Rangkayo Mulie mengakhiri pembicaraan. ((Prokopim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: