Jembatan Kayu Gadang Lubuk Alung Segera Rampung

Jembatan Kayu Gadang Lubuk Alung Segera Rampung

Lubuk Alung-Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rifai meninjau pengerjaan Jembatan Kayu Gadang di Nagari Lubuk Alung pada Selasa (17/11).

Dalam tinjauan tersebut Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Budi Mulya menjelaskan bahwa pihaknya akan benar-benar mengikuti segala aturan dan petunjuk dalam pembangunan Jembatan Kayu Gadang.

“Jembatan itu ukurannya kini menjadi yang paling besar yang pernah dibangun Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman. Berdasarkan penjelasan rekan-rekan di PUPR, Jembatan Kayu Gadang merupakan Jembatan yang paling besar yang pernah dibangun yakninya sepanjang 108 meter dimana sebelumnya jembatan terbesar yang pernah dikerjakan hanya sekitar 80 meter,” ungkap Budi

Tidak hanya ukuran, dari penjelasan perwakilan Dinas PUPR Padangpariaman, bobot atau kualitas bangunan Jembatan Kayugadang juga sangat baik dan sangat diapresiasi oleh Deputi apresiasi atas pengerjaan ini karena kualitasnya yang bagus

“Hal yang kemungkinan menjadi kendala pengerjaan yaitu kondisi cuaca. Namun, kami sudah berkoordinasi kepada rekanan, sehingga solusinya sudah jelas. Pengerjaan ini kan ada tiga bagian. Kalau bagian ketiga tidak bisa dikerjakan saat hujan ataupun malam hari, rekanan akan kejar pengerjaan bagian kedua dan pertama. Begitupun sebaliknya,” papar Budi.

Budi juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, serta rutin menyampaikan laporan kepada BNPB terkait pembangunan Jembatan Kayugadang itu. Sehingga, proses penyelesaiannya berlangsung dengan lancar dan rampung dengan hasil berkualitas tinggi.

“Jembatan ini akan menjadi akses terdekat warga ke Stadion Utama Sumbar ke depannya. Jadi kualitas sangat dibutuhkan. Makanya, wajar jika BNPB menjadikan jembatan ini tolak ukur hibah berikutnya,” pungkas Budi

Pengerjaan Jembatan Kayugadang di Nagari Lubukalung, Kecamatan Lubukalung, sudah mencapai 80 persen. Kendati tinggal 20 persen lagi, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai, berpesan agar pengerjaan benar-benar teliti dan tepat waktu. Sebab, Jembatan Kayugadang bisa menjadi tolak ukur BNPB untuk penyaluran hibah selanjutnya di Padang Pariaman.

Senada dengan itu Dalam tinjauan tersebut Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai juga mengatakan untuk pengerjaan hari ini terlihat pengerjaan berjalan baik. Jembatan ini memang kita rancang over kualitas (berkualitas sangat baik, Red) dengan kajian kebencanaan. Semoga tidak ada permasalahan yang menghambat pengerjaan yang tersisa 20 persen lagi. Kendati demikian, ia tidak ingin pengerjaan yang tersisa 20 persen mengalami kendala dan asal cepat rampung.

“Waktu pengerjaan yang tinggal 13 hari kontrak, harus diperhitungkan dengan bobot yang akan diselesaikan secara matang dengan konsep tertulis.Jadi kira-kira ada sekitar 1,5 persen pengerjaan yang harus diselesaikan sampai 13 hari ke depan,” ungkapnya

Untuk mencapai itu, Rifai juga menyarankan agar BPBD Padangpariaman serta pihak rekanan yang mengerjakan Jembatan Kayugadang, agar tidak terbawa isu-isu miring terkait proyek pembangunan tersebut. Sebab, selama ini tidak pernah ada permasalah hukum dalam pembangunan yang dilakukan menggunakan hibah BNPB.

“Kalau teman-teman LSM bertanya jelaskan dengan baik segala informasi yang mereka butuhkan. setiap rapat teknis di lokasi pembangunan seperti ini saya selalu menghadirkan rekan-rekan media. Setidaknya masyarakat sekitar, sehingga mereka mengetahui sejauh mana dan kapan pengerjaan selesai,” ucapnya.

Menurut Rifai, keberhasilan pembangunan Jembatan Kayugadang akan menjadi tolak ukur BNPB menyalurkan hibah selanjutnya ke Padangpariaman. Contohnya Jembatan Lubuk Napa di Kecamatan Padangsago, yang juga membutuhkan perbaikan cepat.

“Kalau ada masalah pembangunan ataupun administrasi dalam pengerjaan jembatan ini, tidak tertutup kemungkinan jembatan di Padangsago terimbas perlambatan memperoleh hibah,” ujar Rifai yang juga putra asli Minangkabau.

Dalam peninjauan itu, Rifai turut meminta penjelasan seluruh pihak terkait pembangunan Jembatan Kayugadang. Di antara penjelasan dari BPBD Sumbar dan Padangpariaman, Inspektorat dan Dinas PUPR Padangpariaman, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta rekanan yang mengerjakan Jembatan Sikabu.

“Secara teknis, pemaparan dinas terkait sangat jelas. Semua sesuai dengan apa yang sudah saya lihat hari ini,” pungkas Rifai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: