Tingkatkan Pelayanan Kepala DNSOSP3A Hendra Sulap Ruang Pelayanan Senyaman Hotel

Tingkatkan Pelayanan Kepala DNSOSP3A Hendra Sulap Ruang Pelayanan Senyaman Hotel

Sekda Jonpriadi menjadi Pembina Apel pad DinsosP3A di Pariaman, Rabu (19/6)

“Saya sering lewat kantor dinsos, saya lihat sudah banyak perubahan. Kantor yang dulunya kurang rapi telah disulap seperti hotel bintang empat. Ini bukti kita benar-benar peduli dengan tupoksi untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan salam dari bupati yang juga memonitor perkembangan DSP3A melalui kepala dinas maupun media massa dan media sosial. Artinya, kata Jonpriadi, bupati apresiasi komitmen jajaran DSP3A dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat khususnya bagi yang tidak mampu.

“Sewaktu dalam perjalanan menuju ke kantor ini, saya ditelpon bapak Bupati, beliau titip salam dan berpesan agar layanan penanganan kemiskinan diprioritaskan,” kata mantan Kepala Bappeda itu.

Inovasi Pusat Layanan Terpadu Penanganan Kemiskinan yang dipelopori oleh DSP3A, tambah Jonpriadi, sebagai bentuk komitmen daerah dalam mengurangi angka kemiskinan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman, kata dia ingin mewujudkan penanganan kemiskinan secara komprehensif di seluruh pemangku kepentingan.

“Ke depan, setiap unit kerja perangkat daerah mempunyai data dan kriteria yang sama tentang kemiskinan. Serta kita berikan akses informasi dan prosedur yang jelas kepada masyarakat miskin dalam menjangkau layanan sosial,” ujar Jonpriadi.

Kepala DSP3A Hendra Aswara mengucapkan terima kasih atas dukungan yang besar dari pimpinan terutama dari bupati, wakil bupati dan sekretaris daerah terhadap program dan kegiatan bantuan sosial dan kemasyarakatan.

Hendra membenarkan bahwa sesuai Peraturan Bupati Padangpariaman telah dibangun pusat layanan tepadu penanganan kemiskinan yang cepat, akurat, responsif dan efektif atau disingkat Please Care Papa.

“Kita ingin layanan satu pintu untuk pengentasan kemiskinan yang terletak pada DinsosP3A. Jadi masyarakat dan perangkat nagari bisa langsung datang ke pusat layanan untuk menyampaikan keluhan,” kata Hendra.

Saat ini, kata Hendra, DinsosP3A telah memiliki website untuk memberikan informasi kegiatan dan prosedur layanan. Tak lama lagi juga diluncurkan aplikasi layanan satu data penanganan kemiskinan  berbasis Nomor Induk Kependudukan bekerja sama dengan Dinas Dukcapil.

“Penanganan kemiskinan harus komprehensif, tidak bisa hanya mengandalkan dinas sosial saja. Semua pemangku kepentingan punya peran untuk menekan angka kemiskinan,” kata Kadis termuda itu. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: