Kunjungan TIM Verifikasi Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLS) 2019

Foto bersama Bupati Ali Mukhni beserta jajaran dengan tim Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak di Pendopo, Pariaman, Jumat (24/5).

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Rena Ali Mukhni bersama jajarannya menyambut kunjungan rombongan Tim Verifikasi Lapangan Dalam Rangka Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2019, dari Tim independen dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di Pendopo Bupati Padang Pariaman, Pariaman, Jumat (24/5). Turut hadir Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Besri Rahmat, Kajari Pariaman Efrianto, Kepala BPS Alfianto, Forum Anak dan sejumlah pihak terkait.

Ketua tim evaluasi dan verfikasi, Marzuki dalam kunjungannya tersebut menjelaskan bahwa kegiatan verifikasi ini bukanlah sebuah ajang perlombaan untuk menilai suatu Kabupaten/Kota, namun kegiatan verifikasi ini adalah alat ukur untuk melihat keberhasilan sebuah Kabupaten/Kota dalam mencanangkan perlindungan terhadap anak dan Perlindungan khusus anak.

Dikatakannya, ada beberapa indikator yang perlu dipenuhi dalam mewujudkan kabupaten layak anak ini. Pertama bagaimana mendorong peran orangtua dalam menjaga anak-anak mereka termasuk menyiapkan menu makanan yang sehat dan bergizi, serta menjamin pemenuhan pendidikan anak.

Kedua, bagaimana peran masyarakat dalam mendorong kontribusi dan peran anak dalam setiap kegiatan masyarakat. Ketiga, menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak, dan keempat bagaimana kontribusi peran media dalam menutup aib anak.

Lebih lanjut, Marzuki menyampaikan, Padang Pariaman memiliki nilai penilaian pengisian mandiriyang cukup tinggi yaitu 816 poin. Karena itu masuk tahap verifikasi dan melihat langsung proses Kabupaten Padang Pariaman menuju kabupaten layak anak.

Marzuki juga terkesan dengan inovasi yang dimotori Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yaitu Lapau Emak atau Layanan Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak.

“Luar biasa inovasinya untuk menjawab tantangan dalam kepedulian terhadap kekerasan perempuan dan anak” kata Marzuki

Dikesempatan itu dirinya menyampaikan bahwa tim verifikasi yang ia pimpin telah mengunjungi beberapa lokasi di Kabupaten Padang Pariaman, diantaranya SMP 1 Sintuk Toboh Gadang, Puskesmas Patamuan, Forum Anak, Ruang Bermain Ramah Anak, SD 07 Sungai Sarik dan Dinas-dinas terkait.

Bupati Ali Mukhni ekspos Kabupaten Padang Pariaman menuju Kabupaten Layak Anak dihadapan tim Verifikasi Lapangan Kabupaten Layak Anak di Pendopo, Pariaman, Jumat (24/5).

Sementara itu, Bupati Ali Mukhni mengucapkan selamat datang kepada tim verifikasi Kabupaten Layak Anak dari Kementrian PPPA dan tim independen tersebut, di Kabupaten yang ia pimpin.

“Saya atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman mengucapkan selamat datang datang kepada bapak dan ibu didaerah kami, ini merupakan satu kehormatan bagi masyarakat kami, sebab menjadi salah satu kabupaten yang akan di evaluasi oleh tim verifikasi KLA dari Kementrian PPPA,” Alumnus Lemhanas Tahun 2012 itu.

Selanjutnya Bupati mengatakan bahwa, verifikasi dari tim penilai KLA ini merupakan program dari Pemerintah Pusat yang sangat komprehensif untuk Pemerintah Daerah.

“Program ini memberikan inovasi terhadap tumbuh dan kembangnya anak didaerah, sehingga akan melahirkan anak dengan pribadi dan mental yang tangguh dan memiliki daya saing,” ujar Peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Dirinya berharap dengan kegiatan ini dapat menjadi pendorong bagi Dinas terkait untuk lebih meningkatkan kinerjanya serta lebih aktif mengembangkan program-program inovatif dengan melibatkan stake holders terkait sebagai modal dasar yang dapat di kembangkan menjadi sebuah potensi pengembangan pembangunan Kabupaten Layak Anak didaerahnya.

Sementara Kepala DSP3A Hendra Aswara menjelaskan, bahwa ada penilaian terhadap 5 Kluster untuk memenuhi kebutuhan hak anak. Yaitu kluster hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan dasar dan perlindungan khusus.

“Kami sudah mengupayakan lima kluster itu sejak lama. Kami telah koordinasi setiap OPD untuk bersama-sama mendukung terciptanya KLA. Ini akan menjadi bahan evaluasi kamisetiap tahunnya,” ucap Hendra.

Untuk penyerahan penghargaan diserahkan pada tanggal 23 Juli 2019 di Makasar, Sulawesi Selatan sekaligus peringatan Hari Anak Nasional yang akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: