Bupati Ali Mukhni Bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Resmikan Surau Rimbo Tolang dan Pondok Pesantren Jami’atul Mukminin II

Home / Berita / Bupati Ali Mukhni Bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Resmikan Surau Rimbo Tolang dan Pondok Pesantren Jami’atul Mukminin II
Bupati Ali Mukhni Bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Resmikan Surau Rimbo Tolang dan Pondok Pesantren Jami’atul Mukminin II

Sintuk Toboh Gadang (25/02/2019). Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni bersama Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meresmikan operasional Surau Rimbo Tolang dan dimulainya pembangunan Pondok Pesantren Jami’atul Mukminin Nagari Toboh Gadang Timur, Kecamatan Sintuk Toboh Gadang, Senin (25/02).

Turut hadir Ketua TP PKK Prov. Sumbar, Nevi Zuairina Irwan Prayitno, Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Padang Pariaman, Camat Sintuk Toboh Gadang, Wali Nagari se Kecamatan Sintuk Toboh Gadang dan ratusan masyarakat Nagari Toboh Gadang Timur yang juga jemaah Majelis Taklim Surau Tolang.

Dalam sambutannya Bupati Ali Mukhni mengapresiasi partisipasi dan kepedulian masyarakat Rimbo Tolang yang bersedia menghibahkan tanah ulayatnya untuk kepentingan syiar agama Islam melalui pondok pesantren Jami’atul Mukminin pimpinan Azwar Tk. Sidi.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Azwar Tk. Sidi dan dibantu oleh masyarakat Rimbo Tolang adalah usaha yang mulia karena telah turut mendukung visi Kabupaten Padang Pariaman yang hendak mewujudkan Kabupaten yang religius, cerdas dan sejahtera.

“Berbagai masalah bangsa yang terjadi saat ini, banyak terkait dengan masalah moral masyarakat yang rusak. Harus diakui, menumbuhkan generasi yang bermoral dalam kehidupan berbangsa sangatlah sulit. Penanaman moral tersebut harus dimulai dari rumah tangga atau pendidikan di pesantren,” kata Bupati dua periode itu.

Menurut Ali Mukhni, pembangunan pesantren menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Padang Pariaman karena menyangkut pembangunan moral generasi masa depan bangsa. Pembangunan pesantren juga sejalan dengan pembangunan karakter bangsa.

“Pembangunan moral ini memang sulit. Butuh waktu dalam keberhasilannya. Beda dengan pembangunan fisik. Hari ini masyarakat minta dibangunkan jalan, besok sudah bisa dimulai dan hasilnya dapat dilihat seminggu kemudian. Pembangunan fisik dapat dilaksanakan dengan segera dan jelas hasilnya. Sedangkan pembangunan moral tidak bisa. Pembangunan moral butuh waktu dan proses yang panjang. Karena itu, Pemkab Padang Pariaman serius memberikan perhatian terhadap pembangunan moral melalui pesantren,” pungkas Ali Mukhni, yang disebut sebut calon kuat Gubernur Sumbar.

Sementara itu dalam sambutannya Wagub Nasrul Abit mengaminkan apa yang disampaikan Ali Mukhni.

“Sama dengan yang disampaikan Bupati Ali Mukhni tadi bahwa pembangunan karakter bangsa adalah pembangunan yang sangat penting oleh karena itu visi pertama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memimpin Sumatera Barat adalah menata kehidupan yang harmonis berdasarkan agama dan budaya dengan berpedoman kepada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK). Kenapa tidak fisik visi pertama? Karena di visi itulah terletaknya mewujudkan karakter bangsa,” ungkap Nasrul Abit.

“Kehadiran pesantren Jami’atul Mukminin yang didirikan oleh Buya Azwar Tk. Sidi adalah bagian dari meletakkan pondasi karakter tersebut. Karena di pesantren anak-anak dibina supaya memiliki karakter yang baik, seperti memiliki integritas, santun dan sopan dalam kehidupan sehari-hari. Jarang terdengar alumni pesantren menjadi maling,” tutur Nasrul Abit.

Pimpinan Pesantren Jamiatul Mukminin Buya Azwar Tuanku Sidi sebelumnya menyebutkan, peresmian pesantren Jamiatul Mukminin II ini sekaligus memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW.

“Tadi malam (Minggu, 24/02), berhasil dihimpun dana dari bungo lado sebanyak Rp63,35 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan pesantren Jamiatul Mukminin II di Rimbo Tualang ini,” kata Azwar yang juga mustasyar PCNU Kabupaten Padang Pariaman ini.

Sampai saat ini pesantren Jamiatul Mukminin sudah memiliki santri 73 orang. Sampai sekarang masih belajar di surau Rimbo Tualang dan bahkan ada yang di teras surau. Pesantren ini dimulai setahun ini. Sedangkan pesantren Jamiatul Mukminin sebelumnya di Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang tetap menjalankan aktifitas belajar kitab kuning.

“Sesuai dengan perkembangan zaman dan tantangan ke depan, di pesantren Jamiatul Mukminin yang diresmikan ini sistem belajar sudah klasikal, berkelas. Sedangkan di Jamiatul Mukminin di Nagari Sintuak masih sistem halaqah. Dengan peningkatan sistem belajar tersebut, diharapkan pesantren Jamiatul Mukminin II ini bisa lebih berkembang dan banyak diminati santri yang ingin mendalami ilmu agama,” tukuk Azwar Tk. Sidi menambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: