Pemda Padang Pariaman jalin MOU dengan Pemko Cimahi dalam Menerapkan Aplikasi Pesan Singkat Penduduk (PESDUK)

Home / Berita / Berita Terkini / Pemda Padang Pariaman jalin MOU dengan Pemko Cimahi dalam Menerapkan Aplikasi Pesan Singkat Penduduk (PESDUK)

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam penerapan e-government untuk peningkatkan pelayanan publik patut diacungi jempol. Berbagai terobosan diciptakan untuk efisiensi dan transparansi dengan memanfaatkan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang patut diapresiasi.

Hal itu ditandai dengan Penandatangan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dengan Pemerintah Kota Cimahi dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sebagai awal kerja sama ini adalah penerapan aplikasi Pesan Singkat Penduduk (PESDUK).

Penandanganan MoU dihadiri langsung oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dan Walikota Cimahi Atty Suharti Tochija. Turut mendampingi yaitu Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) M. Fadhly dan Kabag Pengelolaan Data Elektronik (PDE) Rudy Rilis.

Walikota Cimahi Atty Suharti Tochija menyambut baik dan bangga telah dijadikan pilihan kabupaten padang pariaman untuk bekerja sama dalam pemanfaatan TIK. Ia akan mendukung sepenuhnya dan memerintahkan SKPD terkait khususnya kantor PDE untuk mengembangkan e-government melalui implementasi TIK di Padangpariaman.  Kalau perlu, tambahnya, seluruh aplikasi yg dimiliki Kota Cimahi akan dikembangkan juga di Padang Pariaman.

Dijelaskannya bahwa pengembangan TIK di Kota Cimahi, sudah terdapat 43 aplikasi dan sistem informasi yang telah digunakan baik pelayanan kepada masyarakat ataupun pelayanan internal khususnya pelayanan administrasi perkantoran. Bahkan pada tahun 2014 ini, Kota Cimahi telah membangun 12 aplikasi dan mengembangkan jaringan fiber optik (FO) yg menghubungkan seluruh SKPD. Kemudian ia juga berharap kerjasama ini kiranya dapat di kembangkan ke arah yg lain dan tidak hanya bidang TIK saja.

“Kota Cimahi bangga telah dijadikan pilihan Kabupaten Padangpariaman dalam penerapan TIK. Kita siap dukung sepenuhnya. Ke depan, kami berharap kerja sama ini dikembangkan ke bidang yang lain sesuai potensi yang ada. Jadi tidak hanya bidang TIK semata” kata perempuan yang menjadi Walikota Cimahi ke 3 itu.lllll

Bupati Ali Mukhni menjelaskan alasan mengapa memilih Kota Cimahi untuk kerja sama bidang TIK. Hal ini karena Kota Cimahi juga dikenal Kabupaten Teknologi Informasi di Indonesia dan telah direkomendasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Kota Cimahi juga yang pertama kali memperkenalkan aplikasi PESDUK, yaitu aplikasi dalam menampung aspirasi masyarakat melalui short massage service (sms) tanpa dikenakan biaya. Jadi masyarakat menyalurkan pendapat, laporan, keluhan dan berbagai persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat.

Dijelaskannya bahwa Padangpariaman tertarik mengadopsi PESDUK yang telah diterapkan di Kota Cimahi sejak tahun 2009 yang lalu. Sebagai action, ia telah mengirim Tim Study Komparatif ke Kota Cimahi pada tanggal 24 September 2014 yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Netti Warni. Setelah dua bulan, aplikasi PESDUK telah terealisasi dan  berhasil diterapkan pada Pemko Cimahi telah ditransfer ke Pemkab Padang Pariaman. PESDUK nantinya akan dikelola oleh Bagian Humas dan disupport oleh Bagian PDE.

“Alhamdulillah, hari ini Pemkab Padang Pariaman dan pemko Cimahi bersepakat mengadakan transfer teknologi informasi melaui aplikasi PESDUK. Inovasi ini sebagai bukti keseriusan dalam penerapan e-Government. Kalau Kota Cimahi adalah yang terbaik Indonesia maka kita bertekad menjadikan Padangpariaman sebagai Kabupaten TIK pertama di Sumatera Barat. Insya Allah, PESDUK akan kita lounching akhir november ini” ujar Bupati yang juga Alumni Lemhanas Tahun 2012 itu.

Ali Mukhni menceritakan bahwa tekadnya menjadikan Kabupaten Padang Pariaman sebagai Kabupaten TIk di Sumbar ketika mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Jepang beberapa tahun yang silam.
Ia menilai bahwa Jepang sangat jeli memanfaatkan sumber daya manusianya untuk menerapkan TIK di segala sektor seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran, kartu indentitas dan masih banyak lagi. Yang tentunya bertujuan untuk lebih efisien, hemat biaya, hemat waktu dan berbasis data.

Begitu juga ketika ia menimba ilmu di Harvard Kennedy School, Amerika Serikat tahun 2012 yang lalu. Ia melihat perkembangan TIK sudah sangat maju. Mulai dari dunia perbankan, media, jaringan internet yang mudah diakses dan bukanlah sesuatu yang mahal.

“Kita terinspirasi dengan kemajuan TIK di negara luar. Lalu kita coba kembangkan di daerah sendiri. Dengan sumber daya yang ada ternyata kita mampu. Kota Cimahi telah membuktikannya. Insya Allah Padang Pariaman bersepakat bekerja sama pengembangan TIK karena kita juga memiliki sumber daya yang berkualitas” kata Bupati yang terkenal pekerja keras itu.

Sementara itu Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Muhammad Fadhly mengatakan bahwa langkah awal kerja sama dengan Pemko Cimahi berjalan lancar. Ia berharap akan lahir produk-produk aplikasi penerapan TIK di masing-masing SKPD untuk lebih memudahkan pelayanan publik.

M. Fadhly, yang juga Ketua Tim TIK Kab. Padang Pariaman ini menilai dengan adanya komitmen Bupati Ali Mukhni dalam pengembangan e-Government tentunya menjadi motivasi bagi setiap SKPD agar segera melakukan perubahan dengan memanfaatkan TIK.

Hal itu dibuktikan ketika program KTP elektronik diluncurkan dimana ia diberi target untuk menyelesaikan perekaman e-KTP dalam waktu 100 hari. Berkat motivasi pimpinan itu, perekaman e-KTP bisa diselesaikan dalam waktu hanya 70 hari sehingga memperoleh penghargaan perekaman tercepat dan terbanyak dari Kemendagri. Atas prestasinya Kementerian Dalam Negeri memberikan reward satu unit mobil avanza kepada Pemkab Padang Pariaman untuk kendaraan operasional Dinas Dukcapil.

“Kita selalu dimotivasi oleh Bupati dan Wakil Bupati untuk berinovasi dan kreatif dalam pelayanan publik. Untuk pelayanan KTP elektronik kita telah
mendapatkan penghargaan di tingkat nasional, dan insya allah saat ini kita akan kembangkan akta kelahiran secara elektronik. Mohon doanya” kata Kadis yang memperoleh peringkat terbaik pada Diklatpim Tk. II di Jatinangor tahun lalu itu.

Hal senada disampaikan Kabag Pengelolaan Data Elektronik Rudy Rilis mengatakan bahwa PESDUK bertujuan untuk menampung saran, masukan dan kritikan dari masyarakat. Setiap SMS yang dikirim akan langsung dibalas oleh dinas terkait bila perlu turun ke lapangan. Jadi aparatur diminta cepat tanggap terhadap pesan yang masuk dan bila perlu tinjau langsung ke lapangan. Apabila ada SKPD yang tidak menindaklanjuti tentunya akan ditegur oleh pimpinan.

“PESDUK ini merupakan sarana untuk menyampaikan saran, laporan, keluhan, masukan maupun kritikan dari masyarakat melalui SMS. Kemudian SMS itu ditindaklanjuti oleh dinas terkait bila perlu langsung tinjau ke lapangan” ujar jebolan alumni STPDN angkatan IX ini.

Ke depan, kata Rudi, Bagian PDE akan mengembangkan sistim informasi kepegawaian untuk peningkatan pelayanan bagi aparatur supaya lebih mudah, lebih cepat dan transparan. Antara lain pengurusan naik pangkat, pensiun, izin dan tugas belajar, mutasi dan lain sebagainya melalui aplikasi sistem informasi kepegawaian.

“Sesuai arahan Pak Bupati, tahun depan kita akan buat aplikasi sistem kepegawaian secara elektronik. Nantinya setiap PNS akan tahu kapan naik pangkat, pengurusan pensiun, pengurusan izin dan tugas belajar, mutasi dengan sistim elektronik. Jadi tujuannya memberikan kemudahan, transparan dan tanpa dipungut biaya” kata peraih peringkat I pada Diklatpim Tk  III di Pusdiklat Kemedagri Regional Bukittinggi baru-baru ini.

Usai penandatangan MoU, dilanjutkan dengan saling tukar cenderamata antara Pemkab Padang pariaman dengan Kota Cimahi. Bupati Ali Mukhni menyerahkan Plakat daerah dan Coklat ADAM sebagai oleh-oleh ciri khas Padangpariaman

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d blogger menyukai ini: