Register

Hidrologi

Kabupaten Padang Pariaman dilalui oleh 11 buah sungai. Sungai terpanjang adalah Sungai Batang Mangau sepanjang 46 Km serta Sungai Batang Anai dengan panjang 46 km. Sungai yang memiliki panjang terkecil dibandingkan dengan sungai-sungai lainnya di Kabupaten Padang Pariaman yaitu Batang Kamumuan dan Batang Piaman dengan panjang sungai yaitu 12 km. Secara ekonomis sungai-sungai ini merupakan pendukung bagi kegiatan irigasi dan untuk budidaya ikan yang diusahakan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.

Daerah rawan longsor dijumpai di daerah-daerah yang memiliki lereng lebih dari 45% dengan tekstur tanah berpasir, galir dan patahan, seperti Kecamatan Sungai Geringging, 2 x 11 Enam Lingkung, Batang Gasan, V Koto Kampung Dalam dan Kecamatan Sungai Limau serta Kec. IV Koto Aur Malintang.. Potensi longsor dapat juga disebabkan oleh lapisan kedap air yang dapat menjadi longsoran.
Kabupaten Padang Pariaman seluas 132.879 Ha, yang terdiri dari 17 kecamatan. Luas keseluruhan ini meliputi daerah terbangun yang digunakan untuk berbagai kegiatan perumahan/permukiman dan daerah tidak terbangun seperti pertanian, perkebunan dan sebagainya. Penggunaan lahan terbesar adalah hutan yaitu 28,49 % dari luas Kabupaten Padang Pariaman, kemudian perkebunan sebanyak 26,40 % dan sawah seluas 21,38 % dari luas Kabupaten Padang Pariaman. Penggunaan lahan Kabupaten Padang Pariaman dapat dilihat pada Tabel 2.3.

Daerah Rawan Bencana

Daerah rawan bencana alam di Kabupaten Padang Pariaman digolongkan menjadi 3 (tiga) bagian yaitu :

a.     Rawan Banjir

Penyebab dari bencana alam banjir di Kabupaten Padang Pariaman yaitu dipengaruhi oleh curah hujan cukup tinggi, tipe dan karakter daerah, kondisi daerah tangkapan air sudah mulai rusak, kurangnya kualitas dan kuantitas drainase dan kurangnya pengelolaan daerah konservasi. Secara umum bencana banjir yang terjadi adalah akibat kondisi drainase yang kurang baik sehingga saat hujan terjadi genangan serta terjadinya kerusakan hutan dihulu sungai yang mengakibatkan erosi dan banjir. Daerah rawan banjir di Kabupaten Padang Pariaman yaitu di Kecamatan Batang Anai, Ulakan Tapakis, Sintuk Toboh Gadang, Lubuk Alung, Nan Sabaris, V Koto Kampung Dalam, Sungai Limau, Batang Gasan, dan 2x11 Enam Lingkung

b.     Rawan Gempa

Wilayah Kabupaten Padang Pariaman merupakan zona gempa di Daerah Sungai Limau, ke Tiku Utara berbatasan dengan Sungai Geringging bagian barat serta seluruh daerah pesisir Padang Pariaman. Adanya aktivitas gempa tersebut menyebabkan Kabupaten Padang Pariaman merupakan daerah rawan gempa. Hal ini dapat dilihat pada peta zona gempa di Indonesia (Setiadi, 1962 dalam Sampurno), dimana daerah ini merupakan zona gempa dengan skala intensitas menempati zona VII dan VIII dengan episentrum yang relatif dangkal dan sedangkan sampai sekarang walaupun termasuk daerah rawan gempa tapi tidak menimbulkan kerusakan yang cukup besar.

c.     Rawan Longsor

Daerah rawan longsor dijumpai di daerah-daerah yang memiliki lereng lebih dari 45% dengan tekstur tanah berpasir, galir dan patahan, seperti Kecamatan Sungai Geringging, 2 x 11 Enam Lingkung, Batang Gasan, V Koto Kampung Dalam dan Kecamatan Sungai Limau serta Kec. IV Koto Aur Malintang.. Potensi longsor dapat juga disebabkan oleh lapisan kedap air yang dapat menjadi longsoran.

Penggunaan Lahan

Kabupaten Padang Pariaman seluas 132.879 Ha, yang terdiri dari 17 kecamatan. Luas keseluruhan ini meliputi daerah terbangun yang digunakan untuk berbagai kegiatan perumahan/permukiman dan daerah tidak terbangun seperti pertanian, perkebunan dan sebagainya. Penggunaan lahan terbesar adalah hutan yaitu 28,49 % dari luas Kabupaten Padang Pariaman, kemudian perkebunan sebanyak 26,40 % dan sawah seluas 21,38 % dari luas Kabupaten Padang Pariaman. Penggunaan lahan Kabupaten Padang Pariaman.

Meja Bupati Ekspose

LAKIP Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman
06 Jan 2017 10:48 - AliLAKIP Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman

Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berupaya menyelengga [ ... ]