Register

Letak Geografis

Secara geografis, Kabupaten Padang Pariaman memiliki luas wilayah 1.328,79 Km2 dengan panjang garis pantai 42,1 Km yang membentang hingga wilayah gugusan Bukit Barisan. Luas daratan daerah ini setara dengan 3,15 persen luas daratan wilayah Propinsi Sumatera Barat. Posisi astronomis Kabupaten Padang Pariaman terletak antara 0°11’-0°49’ Lintang Selatan dan 98°36’ - 100°28’ Bujur Timur.

Secara administrasi Kabupaten Padang Pariaman terdiri dari 17 kecamatan dan 103 Nagari. Batas wilayah administratif Kabupaten Padang Pariaman adalah sebelah Utara dengan Kabupaten Agam, sebelah Selatan dengan Kota Padang, sebelah Timur dengan Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, dan sebelah Barat dengan Kota Pariaman dan Samudera Indonesia.

Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam tercatat memiliki wilayah paling luas, yakni 228,70 km², sedangkan Kecamatan Sintuk Toboh Gadang memiliki luas wilayah terkecil, yakni 25,56 km². Kecamatan 2x1  Kayu Tanam berada di wilayah yang paling tinggi yaitu 100 - 1000 m dari permukaan laut (dpl)  sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Batang Gasan dengan ketinggian 2 - 75 m dari permukaan laut (dpl). 

 

Sejarah Singkat Kabupaten Padang Pariaman

Masyarakat Padang Pariaman, masih menurut narasi tambo, turun dari darek minangkabau, dari pedalaman tengah sumatera. penduduk daerah ini menurut laporan tahunan pemerintah daerah, berdasarkan pengakuan dari masyarakat padang pariaman sendiri, barasal dari paguruyung Batusangkar, yang terletak di darek minangkabau (Pemda Tk I Sumbar, 1978;7). Rantau Pariaman, selanjutnya menurut Dobbin, didirikan oleh imigran yang berasal dari Batipuh yang dianggap memiliki landasan kerajaan (Dobbin, 2008:84). Dalam waktu yang tidak pernah diketahui secara pasti, berkemungkinan sejak tahun 1300 M, para perantau awal(peneruka) tersebut turun bergelombang  ke wilayah pantai barat dan membuka pemukiman. Desa-desa awal di pantai Padang Pariaman, menurut catatan Suryadi, sesuai perjalanan waktu lalu menjadi entrepot-entrepot dagang dan pelabuhan. Entrepot dagang dan pelabuhan tersebut dikembangkan oleh orang -orang dari kampung-kampung tertentu didarek (seperti yang telah disebut diatas), yang semula tujuannya untuk memajukan kepentingan dagang mereka sendiri. Ketika pemukiman koloni itu semangkin berkembang, daerah-daerah pemukiman juga terus membesarkan dirinya seperti fungi dikulit manusia.

Hamka Mengatakan, nama pariaman sendiri berasal dari kata dalam bahasa arab,"barri aman". sebagaimana yang dikutip suryadi, kata dalam bahasa arab tersebut kurang lebih memiliki arti: "tanah daratan yang aman sentosa" (suryadi, 2004:92). Dalam literatur pribumi lain, kata Pariaman kadang juga dianggap berasal dari "parik nan aman", yang artinya kira-kira pelabuhan yang aman. Kapal-kapal yang singgah untuk berdagang di bandar-bandar di Rantau Pariaman dapat dengan aman bertransaksi dagang (Bagindo Armaidi Tanjung, 2006;11).

Sebelum orang eropa datang ke kawasan Rantau Pariaman, Kota-kota pelabuhan penting dikawasan ini, seperti pelabuhan pariaman dan tiku sudah dikunjungi pelaut-pelaut dari arab, china, dan gujarat (suryadi, 2004:93). Di kota-kota ini, komoditi dagang dari pedalaman minangkabau ini ditumpuk sebelum dikapalkan ke pelabuhan-pelabuhan lain. Kota-kota ini sudah lama menjadi pelabuhan penyalur keluar emas dari pedalaman minangkabau (suryadi, 2004:94),  Kawasan tengah sumatera sejak dulu memang terkenal sebagai penghasil emas. Itulah sebabnya terkadang, Pulau Sumatera juga disebut sebagai pulau emas. Jalur penyalur emas yang dihasilkan pedalaman Minangkabau kemudian dibawa ke pesisir pantai baik ke pesisir barat maupun ke pesisir timur. ke pesisir barat dipasok melalui kampung-kampung pantai di Rantau Pariaman.

Setelah kemerdekaan, Daerah administrasi periode kolonial, priaman, tikoe en de danau districten kemudian disahkan menjadi Kabupaten dengan nama Kabupaten Padang Pariaman berdasarkan Undang-undang Nomor 12 tahun 1956 dengan ibukota Kota Pariaman. Pada awalnya Kabupaten Padang Pariaman sesuai dengan Peraturan Komisaris Pemerintah di Sumatera No 81/Kom/U/1948 tentang Pembagian Kabupaten di Sumatera Tengah yang terdiri dari 11 Kabupaten diantaranya disebut dengan nama Kabupaten Samudera dengan ibukotanya Pariaman, meliputi daerah kewedanaan Air Bangis, Pariaman, Lubuk Alung, Padang Luar-Kota, Mentawai dan Nagari-Nagari Tiku, Sasak dan Katiagan.

Kabupaten Samudera ini terdiri dari 17 wilayah (gabungan nagari-nagari). Kabupaten Padang Pariaman dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tanggal 19 Maret 1956 tentang Pembentukan Daerah otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah, dimana Propinsi Sumatera tengah dibentuk menjadi 14 Kabupaten, yang salah satunya adalah Kabupaten Padang/Pariaman dengan batas-batas sebagai yang dimaksud dalam pasal 1 dari Surat Ketetapan Gubernur Militer Sumatera Tengah tanggal 9 Nopember 1949 No. 10/G.M/S.T.G./49, dikurangi dengan daerah Kampung-Kampung Ulak Karang, Gunung Pangilun, Marapalam, Teluk Bajur, Seberang Padang dan Air Manis dari kewedanaan Padang Kota yang telah dimasukkan kedalam daerah Kota Padang, sebagai dimaksud dalam Surat ketetapan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sumatera Tengah Tanggal 15 Agustus 1950 No. 65/G.P./50 Bupati Padang Pariaman semasa Agresi Milter Belanda Tahun 1948 adalah Mr. BA. Murad

Kabupaten Padang Pariaman sampai tahun 2016 memiliki 17 Kecamatan, dan 103 nagari yang setelah dilakukan pemekaran nagari sesuai dengan Surat Gubernur Sumatera Barat Nomor 120/453/PEM-2016 tanggal 26 Mei 2016, sehingga di Kabupaten Padang Pariaman terdapat 103 Nagari.

Kecamatan yang paling banyak memiliki nagari adalah Kecamatan VII Koto Sungai Sarik yaitu 12 Nagari, Kecamatan Lubuk Alung, Nan Sabaris sebanyak 9 Nagari, Kecamatan Batang Anai, 2x11 Enam Lingkung, V Koto Kampung Dalam, Ulakan Tapakis sebanyak 8 Nagari, Kecamatan Padang Sago, Patamuan, sebanyak 6 Nagari, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Sintuk Toboh Gadang, Enam Lingkung, sebanyak 5 Nagari, dan Kecamatan Sungai Geringging, Sungai Limau,V Koto Timur, 2x11 Kayutanam sebanyak 4 Nagari, kemudian Kecamatan Batang Gasan hanya mempunyai 3 nagari.

Semenjak dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) DPRD No 05/KEP.D/DPRD.2008 dan SK Bupati Padang Pariaman Nomor 02/KEP/BPP/2008 tertanggal 2 Juli 2008, Ibukota Kabupaten Padang Pariaman dipindahkan dari Kota Pariaman ke Paritmalintang, yakni Nagari Paritmalintang Kecamatan Enam Lingkung

Berikut Daftar yang pernah memerintah di Padang Pariaman sejak tahun  1945 hingga sekarang.

Bupati Kabupaten Padang Pariaman

No
Nama
Periode Jabatan
1 Sutan Hidayat Syah
1945 – 1946
2 Ibrahim Datuk Pamuncak
1946 – 1947
3 BA. Murad
1947 – 1950
4 Said Rasyad
1950 – 1953
5 Taher Samad
1953 – 1956
6 Harun Al Rasyid
1956 – 1958
7 Na’azim Sutam Syarif
1958 – 1959
8 Raharjo
1959 – 1960
9 Syamsu Anwar
1960 – 1961
10 JB. Adam
1961 – 1966
11 Muhammad Noer
1966 – 1975
12 Prof. Drs. Harun Zein
1975
13 Muhammad Zein Chatib
1975 – 1980
14 Kol. Inf. H. Anas Malik
1980 – 1990
15 H. Zainal Bakar, SH
1990 – 1994
16 Ir. H. Nasrul Syahrun
1994 – 1999
17 Drs. Armyn AN
1999 – 2000
18 Drs. H. Muslim Kasim AK, MM Dt. Sinaro Basa
2000 – 2005
19 Drs. H. Muslim Kasim AK, MM Dt. Sinaro Basa 2005 – 2010
20

Drs. H. Ali Mukhni

2010 - 2015
21

Drs. H. Ali Mukhni       

2015 - 2020

 

Visi Misi

Desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Indonesia yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah membawa perbahan yang cukup mendasar pada perencanaan dan implementasinya pada pelaksanaan pembangunan. Sebagian besar kewenangan dalam pelaksanaan pembangunan di daerah berada pada daerah kabupaten / kota, sehingga diharapkan dalam pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan optimal, karena pemerintahan kabupaten / kota merupakan tingkat pemerintahan terendah sebelum desa (nagari) yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
 
VISI
"Terwujudnya Kabupaten Padang Pariaman Yang Baru, Religius, Cerdas dan Sejahtera"
 
MISI
 
Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman tahun 2016-2020” adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama berdasarkan falsafah Adat Bersandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah
  2. Meningkatkan perekonomian Kabupaten Padang Pariaman melalui daya dukung sektor primer dan jasa.
  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan terampil melalui peningkatan sarana prasarana dan kualitas tenaga pendidik.
  4. Meningkatkan potensi daya saing daerah melalui pengembangan pariwisata, transportasi, perdagangan, penataan ruang dan pengelolaan lingkungan.
  5. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengentasan kemiskinan.
  6. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih, Berkeadilan, Demokratis, melalui Pembinaan aparatur dan Pelayanan Publik;
  7. Mewujudkan ketahanan bencana melalui peningkatan kesadaran masyarakat dan kesiapan sarana dan prasarana yang ramah bencana.
Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, mutu pendidikan dan kesehatan adalah poin utama yang disorot dalam visi misi calon Bupati Padang Pariaman dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Kebijakan pelaksanaan wajib belajar Pendidikan Dasar 12 tahun
  2. Meningkatkan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah baik umum maupun kejuruan untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak keberhasilan program wajib bealajar pendidikan 12 tahun, dan penyedian tenga kerja  lulusan pendidikan menengah berkualitas.
  3. Pembenahan sistem pelaksanaan proses belajar mengajar yang diarahkan pada system klarifikasi nilai dan pemecahan masalah (problem solving).
  4. Peningkatakan mutu tenaga pengajar  (guru dan tenaga pendidik lainya ), dapat dilakukan melalui, penataran, pemagangan, penyetaraan, seminar, simposium, lokakarya dan study langsung bagi guru dan tenaga pendidik lainya. Berdasarkan kualifikasi yang telah ditetapkan bahwa pendidikan D2 untuk pendidikan dasar, S1 untuk SMP dan SLTA dan S2 dan S3 untuk perguruan tinggi.
  5. Melaksanakan kurikulum yang didasarkan pada  kompetensi, termasuk kurikulum lokal dan berbasis bencana.
  6. Mengintensifkan pemberian pelajaran komputer, internet, pelajaran bahasa Inggris dan Bahasa Arab bagi Umat Islam pada setiap jejang pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi.
  7. Aktivitas pendidikan sebagian besar, diarahkan pada pengembangan daya nalar dan kreativitas anak didik dengan menerapkan sistem Problem Solving Oriented.
  8. Mewujudkan pencapaian mutu sekolah yang bertaraf Internasional dan menciptakan lingkungan Science Park.
Sedangkan untuk bidang kesehatan, langkah-langkah strategis yang akan diambil dalam waktu dekat adalah:
  1. Meningkatkan pelayanan kesehatan melalui peningkatan status RSUD Padang Pariaman berstandar nasional.
  2. Meningktakan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular dan pengobatan dasar.
Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan terutama untuk pelayanan kesehatan di puskesmas.
 

Profil Wakil Bupati Padang Pariaman

Nama                          : Suhatri Bur, SE, MM 
tanggal lahir                 : Pakandangan, 11 Oktober 1970
Nagari Asal                   : Pakandangan Enam Lingkung
Agama                       : Islam
Suku                          : 


Profil Bupati Padang Pariaman

Nama                            : Drs H Ali Mukhni
Jabaran                         : Bupati Padang Pariaman
Tempat/Tanggal Lahir  : Kampung Pauh, 16 September 1956
Agama                          : Islam
Pendidikan Terakhir     : Sarjana (S1)

ALAMAT :
Kantor : Paritmalintang Enam Lingkung 
Telp.    (0751) 697367 Fax (0751) 697367
HP.      +62 8116616722


1. Riwayat Pendidikan

: SD Negeri tahun 1970 di Kampung Pauh
: SMP Negeri tahun 1973 di Kampung Pauh
: STM tahun 1977 di Pariaman
: Diploma dan Akta III Pendidikan Olahraga tahun 1980 di Padang
: Sarjana Pendidikan Olahraga tahun 1986 di Padang

2. Riwayat Pangkat

: Penata Muda (III/a) tahun 1988
: Penata Muda Tk.I (III/b) tahun 1992
: Penata (III/c) tahun 1996
: Penata Tk.I (III/d) tahun 2005
: Pembina (IV/a) tahun 2009

3.

Riwayat Pekerjaan

1.   1988 Diangkat menjadi CPNS pada STM Negeri Bengkulu

2.   1989 Menjadi PNS pada STM Negeri Bengkulu

3.   1995 Pengajar di SMU Negeri 10 Padang

4.   2000 Pengajar di SMU N 1 V Koto Kampung Dalam

5.   2005 - 2010 Wakil Bupati Padang Pariaman

6.   2010 - 2015 Bupati Padang Pariaman

7.  2015 - 2020 Bupati Padang Pariaman

4.

Pendidikan/Pelatihan Kedinasan Dalam/Luar Negeri

 

1. Pelatihan e-Government dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pemerintahan di Tokyo Jepang, 2005

2.Diklat DEPDAGRI di Jogja Jawa Tengah, 2007

3.Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Badan Diklat Kemendagri RI, Tahun 2011.

4.Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintahan Daerah Angkatan V Tahun 2001 di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta.

5.Executive Training Program di Harvard Kennedy School, Amerika Serikat, Tahun 2012

5.

 

Kongres, Seminar Dan Lokakarya Yang Pernah Diikuti

 

1.Seminar Wakil Bupati/Wakil Walikota se-Indonesia yang di selenggarakan di Bengkulu Tahun 2006. 

2.Seminar Wakil Bupati/Wakil Walikota se-Indonesia yang di selenggarakan di Makassar Tahun 2008

3.Seminar Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta Tahun 2008

4.Seminar Pemberantasan Narkota dan zat aditif bersama Badan Narkoba Nasional di Jakarta Tahun 2009

5.Lokakarya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengenai Alat Deteksi Bencana Tsunami di Jakarta Tahun 2010

6.Keynote speaker pada Konferensi pengurangan risiko bencana Tingkat Asia di Yogyakarta, Tahun 2012.

6.

Pengalaman Luar Negeri

 

1.Studi Komparatif ke China dalam rangka pertandingan Sepak Takraw se-Dunia, 2006

2.Studi Komparatif ke Hongkong dalam rangka pertandingan Sepak Takraw se-Dunia, 2006

3.Studi Komparatif ke Vietnam dalam rangka Studi Banding Pendidikan, 2009

4.Studi Komparatif dalam  rangka Jambore Pramuka Tingkat Asean, 2010 di Singapura.

5.Studi Komparatif mengenai Peningkatan Produksi Pertanian Di Malaysia, Tahun 2011.

6.Studi Komparatif mengenai Peningkatan Produksi Pertanian Di Thailand, Tahun 2011.

7.Studi Komparatif mengenai Pemasaran dan Perdagangan Produk Pertanian di Singapura, Tahun 2011.

8.Studi Komparatif mengenai Rute Penerbangan Padang – Singapura di Singapura, Tahun 2011.

9.Studi Komparatif mengenai Pemerintahan dan Pembangunan di Korea Selatan, Tahun 2011.

10.Studi Komparatif mengenai Pemerintahan dan Pembangunan di Inggris, Tahun 2012.

11.Studi Komparatif Tour de France di Paris, Perancis tahun 2013

12.Studi Komparatif Perdagangan, Industri dan Pariwasata di Inggris Tahun 2013.

7. 

 

 

Pengalaman Organisasi

 

 

1. 1987Komisi Teknik PERTINA Propinsi Bengkulu

2. 1988Komisi Teknik PJSI Propinsi Bengkulu

3. 1988 Pelatih Persatuan Sepakbola Bengkulu

4. 1988 Pengurus IKM (Ikatan Keluarga Minang) Propinsi Bengkulu 

5. 1990  Ketua II PERSEPAR Pariaman

6. 2005 Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia Propinsi Sumatera Barat. 

7. 2005Ketua Badan Narkotika Kab. Padang Pariaman

8. 2009Ketua Palang Merah Indonesia Kab. Padang Pariaman

9. 2010Ketua KONI Kab. Padang Pariaman

10. 2012 - sekarangKetua PMI Kab. Padang Pariaman

11. 2012 – sekarangKamabicab Gerakan Pramuka Kab. Padang Pariaman

12. 2014 - sekarangKetua LSM Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu Propinsi Sumatera Barat.

13. 2014 - sekarangKetua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Kab.Padang Pariaman

8.

Penghargaan

1. Penghargaan Pembina Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2011

2. Penghargaan Ketahanan Pangan dari Presiden RI melalui Menteri Pertanian RI di Jakarta, Tahun 2011

3. Penghargaan Pembina Pramuka dari Sultan Malaka Malaysia, Tahun 2011

4. Penghargaan Nagari Sadar Hukum oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Tahun 

5. Penghargaan Ady Wiyata Lingkungan Hidup oleh SD 13 Aur Malintang Kec. IV Koto Aur Malintang, Tahun 2011

6. Penghargaan kabupaten terbaik Penyelengaraan Pelayanan Satu Pintu (PTSP) Bidang Penanaman Modal Tahun 2011

7. Penghargaan Juara I Citra Pelayanan Prima Tingkat Prop. Sumatera Barat, Tahun 2012.

8. Penghargaan perekaman e-KTP tercepat dan melampaui target tingkat Nasional, Tahun 2012.

9. Penghargaan Tingkat Nasional Adiwiyata SMU 1 Lubuk Alung sebagai Sekolah berwawasan lingkungan Tahun 2013

10. Penghargaan Tingkat Nasional Adibhakti Mina Bahari Tahun 2013.

11. Penghargaan Anugrah Mitra PWI yang diserahkan oleh PWI Pusat tahun 2013.

12. Penghargaan Tingkat Nasional ’ZAKAT AWARD’ Tahun 2014.

13. Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2013 oleh BPK RI Perwakilan Sumatera Barat.

14. Penghargaan Satya Lencana Wira Karya oleh Presiden RI yang diserahkan Boediono, di Surabaya, Tahun 2014.

15. Penghargaan Satya Lencana Bakti Koperasi oleh Presiden RI yang diserahkan Menteri Koperasi dan UKM Syafruddin di Medan, Tahun 2014.

16. Penghargaan Pemuda Award dari DPD KNPI Prop. Sumbar yang diserahkan oleh Ketum KNPI Pusat Taufan EN Rotorasiko di Padang, 2014.

17. Penghargaan Lencana Melati dari Kwarnas Gerakan Pramuka yang diserahkan oleh Wagub Sumbar Muslim Kasim di Padang tahun 2014.

18. Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, 2014. 

19. Penghargaan Anugerah Wredatama Madya dari PWRI Pusat yang diserahkan oleh Gubernur Irwan Prayitno di Padang, 2014.

20. Penghargaan sebagai Daerah Tertinggal Yang Terentaskan dari Kementerian PDT di Jakarta, 2014.

21. Penghargaan Kecamatan Sayang Ibu Terbaik Tingkat Prop. Sumbar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Menteri Dalam Negeri di Jakarta, Tahun 2014. 

22. Penghargaan Terbaik II Nasional Tata Kelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2014.

23. Penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial oleh Presiden RI yang diserahkan oleh Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, di Jambi, Tahun 2014.

 

Meja Bupati Ekspose

LAKIP Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman
06 Jan 2017 10:48 - AliLAKIP Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman

Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berupaya menyelengga [ ... ]